Emiten Konglomerat TP Rachmat Triputra Agro (TAPG) Raup Laba Rp 3,70 T

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU
Foto udara kendaraan melintas di daerah perkebunan sawit di Jalan Ness, Batang Hari, Jambi, Senin (9/3/2026).
17/3/2026, 14.44 WIB

Emiten sawit milik pengusaha konglomerat Theodore Permadi (TP) Rachmat, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) membukukan laba bersih Rp 3,70 triliun tahun buku 2025. Angka itu melonjak 18,65% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp 3,12 triliun. Laba per saham menjadi Rp 186 naik dari Rp 157. 

Berdasarkan laporan keuangannya, TAPG membukukan pendapatan Rp 11,40 triliun atau naik 17,90% yoy dari periode yang sama tahun 2024 Rp 9,67 triliun. Secara rinci, pendapatan dari kontak dengan pelanggan segmen kelapa sawit dan turunannya sebesar Rp 11,37 triliun.

Lalu produk karet sebesar Rp 23,54 miliar sepanjang 2025. Sedangkan beban pokok penjualan TAPG sebesar Rp 6,90 triliun tahun buku 2025. Alhasil laba bruto sebesar Rp 4,49 triliun. 

TAPG juga membukukan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025. Perusahaan meningkatkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 3% dari kebun inti dan 17% dari plasma. Tanaman yang sudah memasuki usia produktif puncak menjadi pendorong utama kenaikan kinerja perusahaan.

Manajemen TAPG juga mengatakan perusahaan berhasil menekan biaya operasional. Perusahaan memperbaiki rasio OER sebesar 0,2 poin secara tahunan dan 0,4 poin secara kuartalan, meskipun menghadapi curah hujan tinggi sepanjang tahun.

Pada kuartal keempat 2025, TAPG produksi FFB naik 6% dan CPO naik 11% dibanding kuartal sebelumnya. Kondisi cuaca mendukung dan tanaman yang semakin matang mendorong kenaikan kinerja TAPG. Perusahaan juga mencatat kenaikan pendapatan 18% yoy, didorong oleh kuatnya harga jual dan volume penjualan.

Dari sisi biaya, TAPG mencatat kenaikan biaya produksi seiring peningkatan aktivitas operasional. Pembelian TBS naik 20% dan biaya panen naik 8%. Meski begitu, perusahaan tetap mampu menjaga efisiensi berkat produktivitas yang lebih baik.

Kenaikan produksi dan harga CPO di tengah pasokan global mendorong kinerja keuangan. TAPG meningkatkan EBITDA sebesar 15% dan laba bersih 19% sepanjang 2025. Secara kuartalan, EBITDA naik 9% dan laba bersih tumbuh 4% pada kuartal kemepat 2025.

Segmen Karet

Pada 2025, TAPG mencatat penurunan pengiriman karet sebesar 29% secara tahunan akibat gangguan produksi dari musim dingin dan serangan jamur fusicoccum. Namun, secara kuartalan, volume pengiriman naik 30%.

Di sisi lain, TAPG tetap mencatat kenaikan harga jual rata-rata karet sebesar 4% yoy, seiring permintaan pasar yang masih terjaga.

Memasuki 2026, TAPG memperkirakan produksi akan mengikuti pola musiman. Perusahaan memproyeksikan volume produksi akan lebih kuat pada paruh kedua tahun.

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila