IHSG Diramal Naik, Analis Rekomendasikan Saham BBCA, INCO, BBRI hingga SRTG
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan naik pada perdagangan saham hari ini, Kamis (26/3). Apabila menilik perdagangan kemarin, IHSG ditutup melonjak di level 7.302 atau 2,75% dan indeks bursa Amerika Serikat juga bertengger di zona hijau.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai naiknya indeks global dipicu sentimen positif dari laporan bahwa AS telah mengirimkan rencana 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri konflik di kawasan tersebut meningkatkan harapan terjadinya gencatan senjata..
“Adapun Iran telah menetapkan standar tinggi untuk negosiasi tersebut, termasuk jaminan internasional atas hak Iran untuk menjalankan otoritas atas Selat Hormuz,” ucap Nafan dalam analisisnya, Kamis (26/3).
Sementara dari domestik, Nafan melihat pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 bisa mencapai 5,5% hingga 5,7%, ditopang konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.
Adapun tekanan global akibat konflik geopolitik, termasuk di kawasan Timur Tengah, kata Nafan, sejauh ini masih dapat diredam pemerintah dengan menjaga stabilitas subsidi energi agar gejolak harga global tidak langsung dirasakan masyarakat.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai terjadi penyempitan histogram negatif MACD, sementara Stochastic RSI membentuk golden cross di area overbought. Selain itu, IHSG juga berhasil ditutup di atas MA5 karena kenaikan volume beli.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 7.350–7.400,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Kamis (26/3).
Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Di samping itu Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG akan melanjutkan penguatan ke rentang 7.450–7.779.
“Support IHSG berada di 7.156 dan 7.022. Sementara resistance terdekat berada di 7.374 dan 7.527,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (26/3).
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akumulasi beli di rentang Rp 5.475–Rp 5.650 dengan target harga di Rp 5.900–Rp 6.275, sementara level stoploss di bawah Rp 5.375.
Kemudian PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.615–Rp 1.700 dengan target harga di Rp 1.785–Rp 1.855, serta stoploss di bawah Rp 1.530.