Laba Naik 8,65%, Intip Prospek Blue Bird (BIRD) Perkuat Kendaraan EV di 2026
Emiten taksi PT Blue Bird Tbk (BIRD) meraup laba bersih sebesar Rp 635,83 miliar sepanjang 2025. Torehan itu naik 8,65% secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode tahun 2024 yang membukukan Rp 585,19 miliar.
Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan bersih Blue Bird juga melonjak 13,2% yoy menjadi Rp 5,70 triliun pada 2025, dari sebelumnya Rp 5,03 triliun. Secara rinci pendapatan dari segmen taksi senilai Rp 3,99 triliun dan dari nontaksi sebesar Rp 1,71 triliun sepanjang 2025.
Di samping itu, Blue Bird juga membeberkan strategi dan antisipasi perusahaan di tengah ancaman krisis energi dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal itu seiring dengan gejolak konflik Amerika Serikat (AS)–Iran yang membuat harga minyak dunia melonjak. Selain itu pemerintah kemungkinan akan melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai 1 April 2026 pukul 00.00 WIB.
Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, menyampaikan dinamika energi menurutnya sebagai tantangan operasional yang perlu diantisipasi secara terukur. Selama pasokan energi tetap terjaga, perseroan masih memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan strategi operasional. Termasuk dalam pengendalian biaya dan peningkatan efisiensi energi di seluruh lini layanan.
Seiring dengan itu, kata Andre, Blue Bird juga terus memperkuat langkah efisiensi biaya sebagai upaya mitigasi, sekaligus memastikan dampaknya terhadap pelanggan tetap terkendali.
Ia menyebut upaya ini juga seiring dengan strategi jangka panjang perusahaan dalam mendiversifikasi sumber energi, melalui pemanfaatan armada berbasis Compressed Natural Gas (CNG) dan kendaraan listrik (EV).
“Sehingga ketergantungan terhadap satu jenis energi dapat dikelola dengan lebih baik,” kata Andre kepada Katadata.co.id, Selasa (31/3).
Adapun sepanjang 2025, lebih dari 700 kendaraan listrik telah dioperasikan di berbagai lini layanan Blue Bird Group, mulai dari taksi reguler, rental mobil, hingga bus listrik.
Andre mengatakan ke depannya perusahaan berencana menambah jumlah armada kendaraan listrik (EV) secara bertahap. Tak hanya itu penambahan tersebut akan dilakukan secara proporsional hingga akhir tahun dengan tetap menjaga stabilitas operasional.
“Serta menyesuaikan arah investasi dengan kesiapan ekosistem dan permintaan di masing-masing wilayah,” ucap Andre.
Blue Bird Group juga memastikan layanan tetap optimal dengan memperkuat perencanaan operasional yang adaptif terhadap dinamika energi. Hal ini termasuk pengelolaan armada dan pengaturan pola operasional yang lebih efisien di berbagai titik permintaan.
Didukung sistem pemantauan yang terintegrasi, Andre mengatakan perusahaan mampu melakukan penyesuaian secara real-time demi menjaga ketersediaan layanan tetap stabil di tengah perubahan kondisi.