Laba Bersih Emiten Prajogo BRPT Meroket 775% Jadi Rp 8,31 T, Intip Jeroannya

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
Penulis: Karunia Putri
31/3/2026, 13.11 WIB

Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 490 juta atau setara Rp 8,31 triliun. Jumlag tersebut melonjak 775% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 56 juta.

Dari sisi top line, pendapatan perseroan juga tumbuh pesat. Sepanjang 2025, pendapatan bersih mencapai US$ 7,63 miliar, meningkat 219,7% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 2,38 miliar.

Kontributor utama pendapatan masih berasal dari segmen petrokimia sebesar US$ 7,02 miliar. Sementara itu, segmen energi menyumbang US$ 605 juta dan pendapatan lainnya sebesar US$ 5 juta.

Kenaikan pendapatan tersebut terutama didorong oleh konsolidasi akuisisi Aster pada segmen kimia, termasuk penambahan sub segmen kilang. Langkah ini mendorong kinerja segmen Chemicals & Energy dengan peningkatan pendapatan hampir empat kali lipat.

Selain itu, peningkatan produksi panas bumi juga turut menopang kinerja, seiring kontribusi unit binary Salak dan stabilnya kinerja pembangkitan dari aset panas bumi yang telah beroperasi.

Direktur Utama BRPT Agus Pangestu mengatakan, sepanjang tahun tersebut perseroan terus melaksanakan rencana-rencana strategis yang menjadi prioritas, termasuk ekspansi ke kawasan regional, integrasi lebih jauh di sektor kimia, serta penguatan di portofolio energi terbarukan. 

“Upaya tersebut turut dilengkapi dengan berbagai inisiatif berkelanjutan di bidang infrastruktur dan optimalisasi struktur permodalan, sehingga meningkatkan ketahanan kami di tengah dinamika kondisi pasar,” kata Agus dalam keterangan resmi dikutip Selasa (31/3).

Penopang Kinerja BREN

Pada 2025, perseroan mengakuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals yang kini berganti nama menjadi Aster Polymer Solutions (APS). Akuisisi ini mencakup fasilitas HDPE berkapasitas 400 KTA yang memperluas jaringan pemasaran grup di Asia Tenggara, Cina dan Australia.

Selain itu, pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon telah melampaui 50% penyelesaian dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027. Proyek ini menjadi salah satu langkah menuju kemandirian industri kimia nasional.

Perseroan juga memperkuat kapabilitas infrastruktur dan logistik melalui ekspansi portofolio CDI Group. Sementara itu, Barito Renewables mencatat sejumlah capaian operasional, termasuk penyelesaian retrofit dan binary Salak berkapasitas 24,3 MW, serta progres pengembangan Wayang Windu. Langkah ini mendukung target kapasitas panas bumi lebih dari 1 gigawatt pada akhir 2026.

Dari sisi profitabilitas operasional, EBITDA konsolidasian tercatat meningkat menjadi US$ 2,15 miliar. Kenaikan ini ditopang oleh dampak berkelanjutan dari pencatatan akuntansi bargain purchase terkait akuisisi Aster, serta kontribusi solid dari segmen energi terbarukan.

Sejalan dengan itu, laba bersih konsolidasian setelah pajak juga meningkat menjadi US$ 1,62 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh portofolio bisnis grup yang semakin terdiversifikasi serta peningkatan integrasi di seluruh lini usaha.

Dari sisi neraca, total aset perseroan naik menjadi US$ 17,35 miliar pada akhir 2025, seiring dampak akuisisi Aster dan transaksi lanjutan. Perseroan juga mempertahankan rasio net debt to equity di level 0,77 kali, dengan ekuitas meningkat menjadi US$ 6,05 miliar.

Struktur permodalan yang solid tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan neraca sekaligus menjadi landasan bagi ekspansi bisnis perseroan ke depan.

Memasuki 2026, perseroan menyatakan berada dalam posisi yang kuat, meski tetap mewaspadai dinamika global, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik.

Dalam jangka panjang, BRPT menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi bisnis berbasis inovasi, ketahanan, dan pertumbuhan yang disiplin.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri