Laba MAPI dan MAPA Kompak Melonjak, Didongkrak Penjualan iPhone 17

Pexels.com/Tima Miroshnichenko
Ilustrasi laporan keuangan perusahaan.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
31/3/2026, 16.50 WIB

Emiten penunjang gaya hidup dari Grup MAP, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak usahanya PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), baru saja melaporkan kinerja keuangan perseroan pada 2025 secara penuh. 

Kedua perusahaan tersebut kompak mencatatkan pertumbuhan laba bersih secara tahunan atau year on year (YoY). Induk usaha grup, MAPI, membukukan kenaikan laba 26,70% menjadi Rp 2,23 triliun. Sementara itu, MAPA yang fokus pada ritel olahraga mencetak kenaikan laba bersih 27,40% menjadi Rp 1,72 triliun. 

Lonjakan kinerja keuangan dua perusahaan terjadi seiring dengan laporan pertumbuhan perekonomian Indonesia pada 2025. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyampaikan, ekonomi Indonesia tumbuh kuat, didukung permintaan domestik, investasi, serta belanja pemerintah.

Pada kuartal IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39% secara tahunan, sementara secara penuh tahun mencapai 5,11%. “Meskipun menghadapi berbagai tantangan, kinerja kuartal IV terakselerasi signifikan dan menjadi momentum untuk pertumbuhan lebih tinggi,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi, Selasa (31/3).

Lantas bagaimana kinerja keuangan masing-masing emiten tersebut?

Disokong Penjualan iPhone 17

MAPI membukukan laba bersih Rp 2,23 triliun sepanjang 2025. Torehan tersebut melonjak 26,70% dari laba bersih perseroan pada tahun buku sebelumnya sebesar Rp 1,76 triliun. Lonjakan laba tersebut terjadi seiring dengan naiknya pendapatan perseroan dari Rp 37,83 triliun menjadi Rp 43,08 triliun secara YoY.

Pendapatan perseroan berasal dari penjualan eceran dan grosir sebesar Rp 41,39 triliun, komisi penjualan konsinyasi sebesar Rp 1,34 triliun, pendapatan sewa dan jasa pemeliharaan Rp 137,66 miliar, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 205,18 miliar.

Seiring dengan naiknya pendapatan perseroan, beban pokok penjualan perseroan ikut naik menjadi Rp 25,12 triliun dari Rp 21,69 triliun secara YoY.

VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability Grup MAP, Ratih D Gianda mengatakan, permintaan pelanggan tetap kuat sepanjang tahun. Ini terjadi terutama pada kuartal IV setelah peluncuran iPhone 17 pada pertengahan Oktober.

“Momentum tersebut berlanjut hingga periode libur akhir tahun yang turut memperkuat pencapaian Perusahaan, meskipun di tengah tantangan makroekonomi yang masih berlangsung,” ujar Ratih dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3).

Perseroan juga terus memperkuat operasional melalui optimalisasi manajemen persediaan dan proses back-end, serta memperluas portofolio brand global seperti Gianvito Rossi, Abercrombie & Fitch, Omorovicza, dan Atelier Rebul.

Kenaikan Laba MAPA

Sementara itu, MAPA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,72 triliun sepanjang tahun lalu. Angka tersebut naik 27,40% dari Rp 1,35 triliun secara YoY.

Pendapatan perseroan pada 2025 juga tercatat naik menjadi Rp 19,27 triliun dari Rp 17,18 pada 2024. Pendapatan perseroan berasal dari penjualan eceran sebesar Rp 18,28 triliun dan penjualan noneceran sebesar Rp 990,28 miliar.

Dengan naiknya pendapatan perseroan, beban pokok penjualan MAPA juga menebal menjadi Rp 10,19 triliun dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 9,26 triliun.

Ratih menyebut pertumbuhan MAPA didukung oleh portofolio brand yang kuat dan permintaan pelanggan yang stabil sepanjang tahun, di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat disiplin operasional melalui efisiensi biaya dan optimalisasi proses back-end. MAPA turut mengembangkan model bisnis multi-channel dengan memperkuat platform digital yang terintegrasi dengan jaringan gerai fisik.

“Ke depannya, kami tetap fokus pada pencapaian jangka panjang dan bersikap waspada di tengah dinamika bisnis dan geopolitik yang terus berkembang. Seiring dengan upaya menjaga stabilitas operasional, MAPA juga mengoptimalkan inventory management sekaligus memastikan kesiapan jaringan gerai dalam memanfaatkan berbagai peluang yang ada,” ujar Ratih.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri