Laba Bersih Semen Indonesia (SMGR) Melorot 73% sepanjang 2025
Laba bersih emiten pelat merah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melorot 73,48% menjadi Rp 190,84 miliar pada 2025. Pada tahun sebelumnya, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 719,76 miliar. Penurunan terjadi karena industri bahan bangunan mengalami perlambatan pada tahun 2025.
Merujuk laporan keuangan perseroan hingga 31 Desember 2025, perusahaan milik negara ini membukukan pendapatan sebesar Rp 35,24 triliun dari Rp 36,18 triliun secara tahunan atau year on year (YoY). Adapun beban pokok pendapatan perseroan turun tipis dari Rp 28,17 triliun pada 2024 menjadi Rp 28,25 triliun.
Dari sisi neraca, total aset Semen Indonesia turun tipis 0,55% YoY menjadi Rp 76,56 triliun dari sebelumnya Rp 76,99 triliun. Liabilitas meningkat 1,92% menjadi Rp 27,14 triliun dari Rp 26,63 triliun. Adapun ekuitas turun 1,21% menjadi Rp 47,71 triliun dari Rp 48,30 triliun.
Corporate Secretary SMGR, Vita Mahreyni mengatakan, perseroan secara konsisten menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025. Transformasi tersebut berfokus pada tiga strategi utama, yakni peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.
Ia menyebut, strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Pada kuartal III dan IV 2025, penjualan domestik SMGR mengalami perbaikan yang berkontribusi terhadap total penjualan sepanjang tahun.
“Melalui sejumlah inisiatif strategis, SIG mampu mempertahankan profitabilitas yang membuktikan ketahanan Perusahaan dalam menghadapi kondisi pasar semen domestik yang masih melambat,” kata Vita dalam keterangannya dikutip Rabu (1/4).
Ke depan, SMGR optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan melalui berbagai inisiatif strategis dan inovasi. Salah satunya adalah proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur, yang merupakan bagian dari kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation.
Perseroan menargetkan ekspor dari fasilitas tersebut mulai berjalan pada pertengahan 2026, dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun.
Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga mencakup pengembangan lini bisnis soil stabilization atau stabilisasi tanah. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjawab tantangan di industri konstruksi sekaligus membuka peluang pasar baru guna mendorong pertumbuhan perusahaan ke depan.