Purbaya soal Pengadaan Ribuan Motor Listrik Kepala SPPG: Ternyata Sebagian Lolos

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi sempat menyatakan telah menolak pengadaan motor listrik untuk Kepala SPPG.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
9/4/2026, 14.25 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku terdapat miskomunikasi terkait pengadaan 21.801 motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia sempat mendapat laporan dari anak buahnya bahwa pembelian motor listrik tersebut ditolak, tetapi ternyata sebagian diloloskan.

“Tahun lalu itu ada miskomunikasi dari anak buah saya ke saya, seingat saya, saya tanya sudah ditolak. Tapi ternyata sebagian sudah sempat lolos,” kata Purbaya di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (9/4). 

Di sisi lain, ia juga menyebut kemungkinan pengadaan ribuan motor listrik ini disetujui sebelum menjabat sebagai bendahara negara. “Mungkin juga sudah diajukan sebelum saya jadi menteri, jadi saya enggak tahu,” katanya. 

Namun begitu, Purbaya memastikan kedepannya tidak akan ada lagi pengadaan motor listrik untuk Kepala SPPG. Ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan memastikan tak ada lagi pembelian motor listrik di tahun ini. 

“Saya tanya semalam, tahun ini ada tidak, enggak ada. Jadi tahun ini tidak ada lagi pembelian,” katanya. 

Sebelumnya, beredar video di media sosial ribuan unit sepeda motor berstempel Badan Gizi Nasional (BGN) terkumpul di sebuah tempat penyimpanan. Motor bermerek Emmo ini masih terbungkus plastik dan terjejer rapi. 

Dadan membenarkan adanya pengadaan kendaraan sepeda motor untuk porgram Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menyampaikan pengadaan tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun lalu. 

Unit kendaraan tersebut ditujukan untuk mendukung operasional program MBG khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan dalam siaran pers, Selasa (7/4).  

Kendati demikian Dadan menyebut sepeda motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Menurutnya, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.

Motor yang disediakan BGN ini terdiri atas motor listrik dan konvensional, namun mayoritas di antaranya adalah motor listrik. Dia menyebut proses realisasi pengadaan motor secara bertahap dimulai pada Desember 2025. 

Tak hanya itu, Dadan juga menyanggah bahwa jumlah pengadaan motor bagi kepala SPPG ini mencapai 70 ribu unit. "Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan pada 2025," ucapnya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman