Geliat Grup Bakrie (VKTR) Investasi Pabrik EV Rp 5 T, Bagaimana Prospeknya?

Dok. VKTR
Sejumlah 20 unit bus listrik Transjakarta CKD pertama rakitan VKTR-Laksana tengah terparkir di pool Sinar Jaya, Cakung, Jakarta Timur, beberapa hari lalu. 20 bus listrik high-deck CKD lokal pertama tersebut resmi beroperasi di jalur Transjakarta dengan Sinar Jaya sebagai operator, pada Sabtu (11/1/2025).
10/4/2026, 06.56 WIB

Emiten Grup Bakrie PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) pertama di Indonesia dengan nilai investasi Rp 5 triliun di Magelang, Jawa Tengah pada Kamis (9/4).

Melalui anak usahanya, PT VKTR Sakti Industries (VKTS) langkah ini demi memperkuat industri kendaraan listrik nasional. Khususnya di segmen kendaraan komersial seperti bus dan truk dalam mendorong ekosistem otomotif berbasis energi bersih.

Prabowo berharap agar VKTR dapat tumbuh menjadi salah satu “national champion” Indonesia di sektor otomotif hingga mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan perusahaan global.

“Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kami akan menganggap, melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” kata Prabowo.

Di samping itu Komisaris Utama VKTR, Anindya Novyan Bakrie melihat negara lain seperti Jepang menunjukkan pengembangan industri otomotif kerap dimulai dari kendaraan komersial sebelum beralih ke kendaraan penumpang.

"Dari sejarah negara lain di Jepang mereka maju dahulu dengan bus dan truk sebelum ke mobil," ujar Anin dalam keterangannya, Kamis (9/4). 

Selain itu, aksi ini juga menjadi upaya perusahaan demi mencapai target net zero emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi dengan menekan impor bahan bakar minyak (BBM).

Anin menjelaskan, VKTR memilih fokus pada pengembangan bus dan truk listrik karena dinilai mampu menjadi pengungkit utama bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional. Selain itu, elektrifikasi kendaraan komersial juga berpotensi menghemat subsidi BBM hingga mencapai US$ 5 miliar per tahun.

“Memang tidak seseksi kalau dilihat dari motor yang jumlahnya 140 juta maupun mobil, tapi ini bisa menggerakkan ekosistem yang besar," ujar Anin

Dari sisi industri, Anin menyebut VKTR berkomitmen meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang saat ini sudah berada di level 40%, naik menjadi 60% pada tahun ini. Tak hanya itu ia juga menargetkan TKDN bisa mencapai 80% pada 2028 mendatang.

Adapun ke depannya VKTR menargetkan menjadi perusahaan berbasis inovasi dengan kepemilikan 14 hak cipta yang dikembangkan bersama sejumlah universitas di Indonesia. Termasuk teknologi konversi kendaraan berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik.

Anin pun berharap adanya dukungan dari pemerintah, khususnya melalui regulasi dan kebijakan yang mampu mendorong penerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara lebih optimal.

“Dan juga bisa memberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan baik di swasta maupun di BUMN," ucap Anin.

Pengembangan Kendaraan Listrik

Fasilitas VKTS yang berlokasi di kawasan industri Magelang merupakan pabrik perakitan bus dan truk listrik pertama di Indonesia yang dilengkapi fasilitas pengujian komprehensif berstandar internasional. 

Pengujian tersebut di antaranya road test, climb test, rain test, hingga flood test. Kehadiran pabrik ini menjadi realisasi investasi senilai Rp 5 triliun yang digelontorkan Bakrie Group melalui PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dalam pengembangan industri hijau nasional.

Dalam ekspansi bisnisnya, VKTR telah menjalin kerja sama dengan sejumlah karoseri nasional seperti Tri Sakti, Laksana, Adiputro, Tentrem, dan Mekar Armada Jaya. Selain itu, VKTR juga menggandeng mitra strategis seperti PT Transjakarta yang menargetkan elektrifikasi 10.000 unit armada bus, serta PT Blue Bird Tbk (BIRD). 

Di sisi lain, uji coba kendaraan listrik juga tengah dilakukan bersama PT Semen Indonesia Logistik dan Perhutani. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pun menggandeng VKTR untuk menyediakan 14 unit truk listrik jenis compactor dan arm-roll demi mendukung pengelolaan sampah.

Selain itu, Anin menyampaikan VKTR juga berperan dalam pengembangan ekosistem green mobility secara menyeluruh. Hal itu termasuk melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya listrik (charging station)

VKTR juga berkontribusi pada program waste to energy dengan mengembangkan dump truck compactor tertutup yang direncanakan akan digunakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta.

"Kami melihat ke depannya semua bersama-sama dapat mendukung program pemerintah untuk mencapai 100 gigawatt tersebut," ucap Anin.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila