Rencana WBSA setelah IPO: Bidik Ekspansi ke Logistik Perkapalan
Emiten penyedia jasa logistik PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengungkapkan arah pengembangan bisnis setelah resmi menyandang status sebagai perusahaan publik. Hal itu menyusul terlaksananya penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) WBSA, hari ini.
Direktur Utama WBSA Edwin Wibowo menyatakan, perseroan akan memperluas lini usaha ke sektor logistik perkapalan (shipping). Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan layanan logistik yang mencakup trucking, pergudangan (warehousing), dan freight alias kargo.
“Nantinya juga ada shipping. Karena Indonesia adalah negara kelautan. Sebagian besarnya adalah laut yang mana kami mau mengintegrasikan seluruh Indonesia,” ujar Edwin saat ditemui seusai IPO WBSA di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/4).
Dia menjelaskan, pengembangan layanan perkapalan akan diikuti dengan penambahan armada secara bertahap. Armada tersebut akan berasal dari kepemilikan sendiri maupun kerja sama dengan mitra vendor. Saat ini, WBSA mengandalkan model kolaborasi dengan vendor di berbagai wilayah seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Menurut dia, strategi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memberdayakan mitra lokal sekaligus memperluas jaringan logistik nasional.
Saat ini, WBSA tercatat memiliki sekitar 1.000 armada. Kendati demikian, perseroan masih membuka peluang penambahan armada ke depan, dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan kondisi pasar.
Terkait rencana akuisisi armada kapal, Edwin menekankan bahwa nilai utama yang diincar bukan semata kepemilikan aset, melainkan sinergi antarlini bisnis. Integrasi antara armada kapal, truk, dan gudang dinilai krusial untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Ia menilai, salah satu tantangan utama logistik di Indonesia adalah tingginya ketidakpastian yang berdampak pada biaya operasional. Kondisi ini kerap memicu keterlambatan akibat proses tunggu antarmoda transportasi.
“Di mana misalnya kapalnya harus tunggu, truknya belum datang atau sebaliknya. Atau dia tunggu di gudangnya dan lain sebagainya,” kata Edwin.
Adapun BSA Logistics Indonesia didirikan pada 2021. Perseroan merupakan perusahaan logistik terpadu yang melayani rantai pasok domestik dan internasional, mencakup angkutan darat, freight forwarding laut dan udara, serta pergudangan.
Dari sisi struktur kepemilikan, sebelum IPO saham perseroan mayoritas dimiliki Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd sebesar 99,69%. Setelah IPO, kepemilikan publik akan mencapai 20,75%, sedangkan pemegang saham lama terdilusi.
Setelah IPO, perusahaan berencana membagikan dividen kas maksimal 10% dari laba bersih mulai Tahun Buku 2027. Manajemen perusahaan menyebut pembagian dividen itu dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan dan keputusan RUPS.
Tak hanya itu, besaran dividen akan ditentukan dalam RUPS tahunan berdasarkan kinerja dan rencana bisnis. Perseroan juga berpeluang membagikan dividen lebih besar atau dividen interim, dengan persetujuan Dewan Komisaris WBSA.
Namun, kebijakan dividen ini tidak mengikat dan dapat berubah sesuai keputusan direksi dan pemegang saham dalam RUPS. Sebelumnya, pada Oktober 2025, perseroan membagikan dividen saham senilai Rp 30 miliar melalui penerbitan 30.000 saham baru.