IHSG Berpeluang Naik Awal Pekan, Saham MBMA, MEDC hingga PTBA Masuk Rekomendasi

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
13/4/2026, 06.16 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi bergerak naik pada perdagangan hari ini. Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) hingga  PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai, IHSG masih berpeluang naik hari ini. Hal tersebut tercermin dari tren penguatan pada penutupan perdagangan Jumat (10/4) lalu di mana indeks ditutup tepat di bawah level resisten 7.497.

Menurutnya, bergeraknya indeks ke level tersebut akan memberikan kesempatan bagi IHSG untuk menguji resisten dinamis garis SMA-10 pada chart mingguan yang berada di kisaran level 7.600. 

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” tulis Ivan dalam keterangannya dikutip Senin (13/4). Level support IHSG berada di level 7.261, 7.015 dan 6.838, sementara level resistance di level 7.677, 7.856, 8.000 dan 8.111. 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.

Seiring dengan itu, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan hari ini, di antaranya:

  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), tahan penjualan (hold) dengan target harga terdekat di 6.900
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), hold dengan target harga terdekat di 2.790
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), beli pada rentang harga 660 – 700 dengan target harga terdekat di 800
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), beli pada rentang harga 1.400 – 1.450 dengan target harga terdekat di 1.660
  • PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), beli pada rentang harga 2.900 – 3.000 dengan target harga terdekat di 3.410.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama menilai, secara teknikal IHSG masih berada dalam fase bullish consolidation meskipun sempat mengalami koreksi. Indikator Stochastic KD dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung oleh peningkatan volume perdagangan.

Di sisi global, sentimen negatif berpotensi datang dari kegagalan kesepakatan dalam perundingan Amerika Serikat dan Iran di Islamabad. Kondisi ini dapat memicu risk aversion di kalangan investor dan menekan pergerakan IHSG. Meski demikian, Nafan menilai situasi tersebut justru berpotensi menjadi katalis positif bagi saham-saham sektor komoditas.

Sejumlah isu menjadi hambatan utama dalam perundingan tersebut, antara lain konflik di Lebanon, dinamika sekutu regional Iran, ketegangan di Selat Hormuz, program nuklir Iran, serta wacana pencabutan sanksi terhadap negara tersebut.

Pasca kegagalan negosiasi, Presiden Donald Trump dilaporkan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memulai blokade di Selat Hormuz serta mencegat kapal-kapal yang membayar tol kepada Iran.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data Indeks Penjualan Riil Februari 2026 yang diperkirakan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong momentum Ramadan dan persiapan Idulfitri 1447 Hijriah.

Konsumsi rumah tangga pun dinilai tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, sehingga menopang prospek produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada triwulan pertama 2026.

Nafan menyarankan investor untuk mencermati saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri