Bangkitnya Saham Prajogo: BREN hingga CDIA Terbang, BRPT Meroket 67%

Barito-pasific.com
Pengusaha nasional Prajogo Pangestu.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
14/4/2026, 16.18 WIB

Harga saham sejumlah emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu melaju kencang  sepanjang sepekan terakhir. Beberapa di antaranya bahkan mencatatkan lonjakan puluhan persen setelah sempat tertekan tajam pada Februari lalu.

Berikut ini ulasan pergerakan saham-saham Prajogo sepanjang seminggu belakangan, seperti dirangkum Katadata per Selasa (14/4) sore.

BREN Naik 38,71%

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga mencatatkan kenaikan. Hingga sore ini, saham BREN naik 6,17% ke level 6.450. Dalam sepekan, saham ini telah melonjak 38,71%.

Sepanjang 2026, harga terendah BREN tercatat di level 4.360 pada 6 April. Adapun ATH berada di level 11.900 pada September 2024.

Kapitalisasi pasar BREN mencapai Rp846,19 triliun, menjadikannya salah satu emiten dengan valuasi terbesar di Bursa Efek Indonesia. Sementara free float tercatat sebesar 12,30%.

Pada 2025, BREN membukukan laba bersih US$ 132,19 juta atau sekitar Rp 2,21 triliun, naik 8,26% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan meningkat menjadi US$ 605,18 juta dari sebelumnya US$ 596,82 juta.

Pendapatan perseroan terutama berasal dari penjualan listrik sebesar US$291,2 juta, penjualan uap US$123,7 juta, sewa operasi US$147,8 juta, serta sewa pembiayaan US$42,3 juta.

PTRO Menguat 47%

Kenaikan harga saham juga terjadi pada PT Petrosea Tbk (PTRO). Hingga siang hari, saham PTRO naik 10,83% ke level 6.650. Dalam sepekan, saham ini telah melonjak 47,78%.

Secara year to date, saham PTRO sempat menyentuh level terendah di 4.260 pada 16 Maret 2026. Adapun ATH tercatat di 12.900 pada Januari 2026. Kapitalisasi pasar PTRO saat ini sebesar Rp 67,07 triliun dengan free float 29,16%.

Dari sisi fundamental, PTRO membukukan pendapatan sebesar US$ 886,46 juta pada 2025, meningkat 28,32% secara tahunan. Pendapatan didominasi segmen penambangan sebesar US$ 389,25 juta, disusul konstruksi dan rekayasa US$ 379,75 juta.

Perseroan juga mulai mencatatkan pendapatan baru dari segmen EPCI migas lepas pantai sebesar US$ 32,87 juta. Sementara itu, pendapatan jasa turun menjadi US$ 30,07 juta dan pendapatan lainnya sebesar US$ 2,51 juta.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 197,02% menjadi US$28,81 juta. Hingga akhir 2025, total aset PTRO mencapai US$1,58 miliar, naik 82,51% secara tahunan.

CUAN Melonjak 29,49%

Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 5,94% atau 85 poin ke level 1.480. Dalam sepekan, saham ini telah melesat 29,49%.

Sepanjang tahun berjalan, saham CUAN sempat menyentuh level terendah di 1.045. Adapun harga tertinggi sepanjang masa (ATH) tercatat di level 2.770 pada 13 Oktober 2025.

Saat ini, kapitalisasi pasar CUAN mencapai Rp166,38 triliun dengan free float sebesar 15,87%.

Berbeda dengan emiten lain dalam grup, kinerja CUAN justru mengalami penurunan. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,24 triliun pada 2025, menyusut 13,51% dibandingkan Rp 2,59 triliun pada tahun sebelumnya.

TPIA Terbang 56,7%

Penguatan signifikan juga terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Hingga penutupan perdagangan hari ini, saham TPIA naik 1,16% atau 75 poin ke level 6.550. Dalam sepekan, saham ini telah melonjak 56,70%.

Secara ytd, harga terendah TPIA berada di level 3.990. Sementara itu, ATH tercatat di level 10.625 pada Agustus 2024. Kapitalisasi pasar TPIA saat ini mencapai Rp577,46 triliun dengan free float sebesar 10,66%.

Dari sisi kinerja, TPIA mencatatkan lonjakan laba bersih menjadi Rp18,22 triliun pada 2025, berbalik dari rugi Rp1,10 triliun pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, pendapatan bersih melonjak 293,2% secara tahunan menjadi US$7,02 miliar. Kontributor terbesar berasal dari segmen energi yang melesat signifikan hingga 31.984,6% menjadi US$3,66 miliar.

Selain itu, segmen kimia tumbuh 92,1% menjadi US$3,24 miliar, sementara segmen infrastruktur meningkat 35,4% menjadi US$121,2 juta.

CDIA Melompat 46,29%

Sementara itu, saham anak usaha TPIA, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), juga mencatatkan kenaikan tajam. Hingga sore ini, saham CDIA melonjak 13,78% atau 155 poin ke level 1.280. Dalam sepekan, saham ini telah naik 46,29%.

Secara ytd, saham CDIA sempat turun ke level terendah di Rp780. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025, saham ini pernah menyentuh ATH di level 2.320. Kapitalisasi pasar CDIA kini mencapai Rp157,9 triliun dengan free float sebesar 9,97%.

BRPT Meroket 67,12%

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin penguatan. Pada perdagangan sesi I, saham BRPT naik 11,42% atau 250 poin ke level 2.440. Secara mingguan, saham ini telah meroket 67,12%.

Sebelumnya, BRPT sempat menyentuh titik terendah tahun ini di level 1.250 pada 13 Maret. Sementara itu, level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) tercatat di 4.280 pada Oktober 2024.

Saat ini, kapitalisasi pasar BRPT mencapai Rp225,93 triliun dengan porsi saham beredar di publik atau free float sebesar 25,77%.

Dari sisi kinerja, BRPT membukukan laba bersih sebesar US$ 490 juta atau sekitar Rp 8,31 triliun pada 2025, melonjak 775% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$56 juta. Pendapatan juga tumbuh signifikan menjadi US$ 7,63 miliar, naik 219,7% secara tahunan.

Kontribusi terbesar berasal dari segmen petrokimia sebesar US$7,02 miliar, diikuti energi US$ 605 juta dan lainnya US$ 5 juta. Kinerja ini didorong konsolidasi akuisisi Aster di segmen kimia, termasuk penambahan subsegmen kilang, serta peningkatan produksi panas bumi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri