EDGE Go Private Setelah 5 Tahun IPO, Tawarkan Harga Premium Rp 11.500 per Saham

Website Indointernet
Digital Edge, perusahaan pengendali PT Indointernet Tbk (EDGE). Perusahaan mengumumkan pengunduran diri Indri Koesindrijastoeti Hidayat dari jabatan komisaris independen.
Penulis: Karunia Putri
20/4/2026, 18.47 WIB

PT Indointernet Tbk (EDGE) akan segera angkat kaki dari Bursa Efek Indonesia (BEI), meski usia pencatatan sahamnya baru sekitar lima tahun sejak melantai pada 8 Februari 2021. Emiten sektor teknologi ini akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan go private atau delisting dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (22/4).

Manajemen EDGE menetapkan harga penawaran tender sukarela sebesar Rp 11.500 per saham. Harga tersebut premium  141,2% dibandingkan rata-rata harga tertinggi harian dalam 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPSLB, yakni Rp 4.768 per saham.

Penawaran tender tersebut akan dilakukan oleh Digital Edge (Hong Kong) Ltd (DE) dengan jumlah maksimal 159,59 juta saham atau setara 7,90% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Manajemen menyatakan dana untuk aksi korporasi ini berasal dari kas internal dan atau sumber pendanaan lain yang sesuai ketentuan.

“Sehubungan dengan hal ini, dana yang digunakan oleh DE untuk melaksanakan kewajiban pembayaran dalam penawaran tender sukarela akan berasal dari sumber dana internal dan/atau sumber pendanaan lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,”  tulis manajemen EDGE dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip (20/4).

Jika rencana go private dan delisting disetujui, serta tender sukarela rampung, EDGE akan berubah menjadi perusahaan tertutup. Artinya, pemegang saham publik yang tidak ikut serta dalam tender akan tetap menjadi pemegang saham, namun tidak lagi dapat memperdagangkan sahamnya di BEI karena jumlah pemegang saham akan berada di bawah batas minimum yang ditetapkan regulator.

Merujuk data BEI saat ini kepemilikan saham Indointernet terbesar dipegang DIgital Edge dengan porsi 59,1%. Selanjutnya ada Digital Edge SPVI Limited dengan porsi 33% dan UOB Kay Hian Ltd dengan porsi 7,5%. Adapun penerima manfaat akhir adalah Michael Brian Dorrel. 

Sebelumnya, perseroan telah mengajukan permohonan delisting dan suspensi saham kepada BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat tertanggal 9 Februari 2026. BEI kemudian menghentikan sementara atau suspensi perdagangan saham EDGE di seluruh pasar sejak sesi pra pembukaan 10 Februari 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

Manajemen juga menyatakan hingga saat ini tidak terdapat keberatan maupun sengketa hukum terkait rencana go private dan delisting tersebut. Selain itu, saham perseroan tidak sedang dijaminkan atau dibebani dalam bentuk apa pun.

Adapun alasan utama EDGE melakukan go private antara lain perubahan strategi dalam grup Digital Edge yang menekankan integrasi operasional dan pengembangan pusat data regional. Dengan dukungan grup, perseroan menilai tidak lagi membutuhkan pendanaan dari pasar modal.

Selain itu, langkah ini diambil agar perusahaan lebih leluasa dalam mengambil keputusan strategis, meningkatkan efisiensi, serta mengembangkan bisnis tanpa tekanan volatilitas harga saham. Faktor lain adalah rendahnya likuiditas perdagangan saham EDGE di BEI, sehingga menyulitkan investor untuk melakukan transaksi secara optimal.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri