Laba Emiten Grup Astra (AUTO) Tembus Rp 558 Miliar Didongkrak Momentum Lebaran
Emiten komponen otomotif Grup Astra yaitu PT Astra Otoparts Tbk membukukan laba bersih Rp 558,94 miliar pada kuartal pertama 2026. Jumlah ini tumbuh 10,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 505,57 miliar.
Pertumbuhan laba didorong oleh naiknya penjualan perseroan 7,4% menjadi Rp 5,3 triliun dari Rp 4,9 triliun secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang permintaan dari pasar aftermarket dan original equipment manufacturer (OEM) yang tetap kuat serta kontribusi ekspor yang stabil.
“Pertumbuhan pada kuartal I 2026 mencerminkan fundamental usaha yang kuat, didukung keseimbangan kontribusi segmen manufaktur dan perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Presiden Direktur AUTO Yusak Kristian Solaeman dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (21/4).
Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp 23,6 triliun, naik 4,2% dibandingkan Rp 22,6 triliun secara yoy. Sementara itu, ekuitas naik 3,1% menjadi Rp 17,5 triliun.
Pada segmen manufaktur, pendapatan tercatat Rp 2,7 triliun, tumbuh 2,5% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan dari pelanggan OEM, khususnya kendaraan roda dua serta penguatan portofolio produk untuk segmen roda dua dan roda empat.
Sejalan dengan strategi jangka panjang, perseroan juga memperkuat pengembangan komponen kendaraan listrik (xEV), baik general parts maupun specific parts. Selain itu, AUTO memproduksi mesin pengisian daya kendaraan listrik berbasis baterai dengan merek ALTRO.
Perseroan juga melanjutkan diversifikasi ke sektor non otomotif, seperti alat kesehatan, komponen alat berat dan kebutuhan industri lainnya. Langkah ini diharapkan memperkuat struktur bisnis agar lebih tahan terhadap dinamika pasar.
Sementara itu, segmen perdagangan mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi. Pendapatan segmen ini mencapai Rp 2,6 triliun, naik 13,1% dibandingkan Rp 2,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang oleh kuatnya permintaan aftermarket domestik serta ekspansi jaringan distribusi dan ritel.
Pertumbuhan juga didorong karena bertepatan dengan libur Lebaran pada Maret 2026 yang meningkatkan permintaan servis dan penggantian komponen kendaraan untuk kebutuhan mudik dan arus balik. Hal ini turut mendorong aktivitas di jaringan bengkel dan ritel perseroan.
Saat ini, AUTO didukung jaringan distribusi yang luas, meliputi 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia. Perseroan juga mengoperasikan 659 gerai ritel modern, termasuk Astra Otoservice, Shop & Drive, Shop & Bike hingga Motoquick.
Dalam mendukung elektrifikasi kendaraan, perseroan mengembangkan infrastruktur pengisian daya melalui Astra Otopower. Pada tiga bulan perdana 2026, fasilitas ini telah mencakup 69 unit di 59 lokasi di Indonesia.
Ke depan, AUTO menargetkan menjaga momentum pertumbuhan sepanjang 2026 melalui pengembangan produk, penguatan distribusi, penambahan gerai ritel serta ekspansi di pasar domestik dan ekspor.