Emiten Afiliasi Boy Thohir (ESSA) Hentikan Fasilitas Amonia, Apa yang Terjadi?

ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Foto udara pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memanfaatkan amonia
22/4/2026, 06.59 WIB

Emiten afiliasi Garibaldi Thohir, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), mengumumkan operasional fasilitas Banggai Ammonia Plant (BAP) dihentikan sementara. Fasilitas yang dioperasikan oleh anak usaha ESSA, PT Panca Amara Utama akan dilakukan pemeliharaan terjadwal selama sekitar lima minggu, mulai 6 Mei 2026.

BAP merupakan salah satu pabrik amonia paling efisien di dunia yang mengadopsi teknologi KBR Reforming Exchanger System & Purifier. ESSA menilai pemeliharaan berkala menjadi langkah penting untuk menjaga performa fasilitas tetap optimal.

Corporate Secretary ESSA, Shinta D.U. Siringoringo, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memastikan keandalan operasional sekaligus mempertahankan kinerja produksi dalam jangka panjang.

“Meskipun kegiatan pemeliharaan tersebut akan berdampak pada penurunan produksi amoniak,” tulis Shinta dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (21/4). 

Laba Bersih ESSA Merosot 10%   

Emiten yang memiliki kilang LPG dan amonia ini yang mengalami penurunan kinerja keuangan sepanjang 2025. Laba bersih ESSA juga tercatat turun 10,82% secara tahunan menjadi US$ 40,29 juta dari US$ 45,18 juta.

Pendapatan perseroan dibukukan turun menjadi US$ 295,01 juta dari US$ 301,40 juta secara tahunan. Namun beban pokok pendapatan perseroan justru naik menjadi US$ 196,15 juta dari US$ 193,36 juta YoY.  

Turunnya laba perseroan juga ditekan oleh naiknya beban umum dan administrasi menjadi US$ 27,73 juta dari US$ 25,60 juta YoY. Perseroan juga mencatatkan kerugian lain-lain sebesar US$ 47.54 ribu yang tahun sebelumnya pos tersebut mencatatkan keuntungan sebesar US$ 76,17 ribu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila