Sejumlah perusahaan semarak melakukan aksi korporasi melalui penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHETD) atau rights issue

Dalam pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan per 17 April 2026 telah terdapat tiga perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 3,75 triliun. Hingga saat ini masih ada satu lagi emiten dari sektor properti dan real estate yang akan melaksanakan rights issue. 

Grup Bakrie terpantau paling getol melakukan aksi korporasi dengan mencari dana bernilai jumbo. Misalnya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), hingga PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE).

Bakrie & Brothers (BNBR) telah mengumumkan terkait rencana rights issue  dengan mengeluarkan 86,7 miliar saham biasa seri E dengan nominal Rp 12 per saham, dari total 90 miliar saham. 

Rights issue tersebut telah disetujui para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Februari 2026. Sementara itu, rasio ditetapkan 2:1, setiap dua pemegang saham BNBR berhak mempunyai satu HMETD. BNBR akan menggunakan dana hasil rights issue untuk bayar utang. 

VKTR Teknologi Mobilitas bakal melakukan rights issue sebanyak 21,87 miliar saham baru. Adapun Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) akan digelar pada 19 Mei 2026 mendatang.  Manajemen VKTR menyampaikan pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam HMETD berpotensi dilusi kepemilikan hingga sekitar 33,33%. 

Dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya akan digunakan untuk tambahan modal kerja serta penyertaan modal ke entitas anak demi mendukung pengembangan bisnis ke depan. 

“PMHMETD I diperkirakan akan dilaksanakan dan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026,” tulis manajemen dalam keterangannya, dikutip Senin (13/4). 

Lalu emiten grup Bakrie lainnya, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) menggelar rights issue sebanyak 8,28 miliar saham. Rights issue saham baru itu menggunakan seri B bernilai nominal Rp 10 per saham ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 50 per saham. 

Dari aksi ini JGLE berpotensi meraup dana sebesar Rp 414 miliar.  Setiap pemegang 270 saham Seri A yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 6 Maret 2026 berhak memperoleh 99 HMETD. 

Setiap 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru Seri B dengan harga Rp 50 per saham dan wajib dibayar penuh saat pelaksanaan.

Seluruh dana hasil aksi korporasi itu, sebesar Rp 413,93 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi 14,78 miliar saham PT Jungleland Asia (JLA) yang dimiliki oleh PT Adiprotek Envirodunia (AE) atau setara 61,86% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh JLA.

Sementara sisanya sebesar Rp 64,35 juta akan digunakan untuk modal kerja. “Dana untuk modal kerja perseroan sebesar Rp 64,35 juta akan digunakan seluruhnya untuk mendukung kegiatan operasional perseroan,” tulis manajemen.

Sederet emiten yang menggelar right issue:

No.PerusahaanHarga PelaksanaanJumlah Saham Target Dana
1.PT Singaraja Putra Tbk (SINI)Rp 5.000721,5 juta sahamRp 3,61 triliun
2.PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)21,87 miliar saham
3.PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)86,70 miliar sahamSekitar Rp 5,75 triliun
4.PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)1,39 miliar saham
5. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)2,23 miliar saham
6. PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI)Rp 502,26 miliar sahamRp 113 miliar
7.PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO)Rp 350457,14 juta sahamRp 159 miliar
8.PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA)Rp 5023,99 miliar sahamRp 1,19 triliun
9.PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMUU)Rp 1006 miliar sahamRp 600,47 miliar
10.PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE)Rp 508,28 miliar sahamRp 414 miliar

Sumber: keterbukaan informasi BEI, diolah penulis Katadata

Tak hanya Grup Bakrie, Perkawinan dua konglomerat antara Prajogo Pangestu dan emiten afiliasi Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mewarnai kuartal kedua 2026 ini. Prajogo Pangestu melalui Petrosea Tbk (PTRO) melepas bisnis tambangnya ke SINI. 

Aset tambang yang dialihkan tersebut adalah perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Kutai Barat, Kalimantan Timur yaitu PT Kemilau Mulia Sakti (KMS). 

Selanjutnya SINI akan rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721.500.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Asumsi harga pelaksanaan adalah Rp 5.000 per saham. Perseroan berpotensi mengantongi dana segar Rp 3,6 triliun dari aksi itu, yang akan mendongkrak kas perusahaan.

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila