Emiten Grup Djarum (TOWR) Perpanjang Kredit Jumbo Rp 1 Triliun dengan NISP
Emiten Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) atau SMN melaporkan adanya aksi korporasi berupa perubahan perjanjian fasilitas pinjaman bergulir (demand loan) dengan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) senilai Rp 1 triliun.
Dalam laporan yang disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/4), disebutkan bahwa perjanjian itu melibatkan anak usaha TOWR, yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), dengan NISP. Perubahan perjanjian itu terkait dengan perpanjangan jangka waktu fasilitas pinjaman yang sebelumnya ditandatangani pada 22 April 2025.
Manajemen menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan terbaru, jangka waktu fasilitas pinjaman diperpanjang hingga 22 April 2027. Selain itu, seluruh pihak dalam perjanjian memiliki tanggung jawab secara tanggung renteng terhadap pemenuhan kewajiban yang timbul dari fasilitas tersebut.
"Pelaksanaan perubahan perjanjian ini tidak memberikan dampak negatif material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan," kata Sekretaris Perusahaan TOWR, Monalisa Irawan, dalam laporan tersebut.
Lebih lanjut, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal tersebut mengingat keterlibatan entitas anak yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh perseroan. Selain itu, fasilitas pinjaman diperoleh langsung dari bank dan disertai pemberian jaminan korporasi.
Kendati demikian, manajemen memastikan bahwa transaksi tersebut tidak termasuk dalam kategori benturan kepentingan. Aksi korporasi ini juga tidak tergolong sebagai transaksi material sebagaimana diatur dalam regulasi pasar modal terkait transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
Dengan perpanjangan fasilitas pinjaman ini, SMN melalui entitas anaknya diharapkan dapat menjaga fleksibilitas pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis infrastruktur telekomunikasi ke depan.