Mayoritas Indeks Wall Street Naik, S&P 500 dan Nasdaq Sempat Sentuh ATH

NYSE
Gambaran umum suasana perdagamgan di Bursa Efek New York (NYSE) atau Wall Street.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
28/4/2026, 06.19 WIB

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) mayoritas ditutup naik pada perdagangan Senin (27/4). Itu terjadi di tengah mandeknya pembicaraan damai antara AS dan Iran dan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak lebih tinggi.

Indeks S&P 500 naik 0,12% ke level 7.173,91, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,20% ke posisi 24.887,10. Keduanya sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high saat sesi perdagangan berlangsung. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average melemah 62,92 poin atau 0,13% ke level 49.167,79.

Analis Vital Knowledge, Adam Crisafulli, menilai eskalasi konflik masih dalam batas moderat dan berpotensi mereda. “Meskipun ini merupakan sentimen negatif yang moderat, kami tetap menilai konflik ini berada pada jalur de-eskalasi,” ujar Crisafulli dikutip dari CNBC, Selasa (28/4).

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus AS yaitu Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk membahas gencatan senjata terkait Iran. Trump menyatakan negosiasi cukup dilakukan melalui sambungan telepon.

“Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan!” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social. Ia juga menegaskan posisi tawar AS dalam negosiasi sebagai pemegang semua kartu. 

Dari pihak Iran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei menyatakan, belum ada agenda pertemuan antara Teheran dan Washington dalam waktu dekat.

Situasi geopolitik tersebut turut mendorong lonjakan harga minyak. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 2,09% menjadi US$ 96,37 per barel, sementara minyak Brent sebagai acuan global melonjak 2,75% ke level US$ 108,23 per barel.

Di sisi lain, Iran dilaporkan mengajukan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, dengan syarat pembicaraan nuklir ditunda. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa Trump bersama tim keamanan nasional telah membahas usulan tersebut.

Chief Investment Officer, Gabriel Shahin mengatakan, meski pasar saham dalam sepekan terakhir mencatat sejumlah rekor baru, ketegangan di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen investor. 

“Harga minyak masih akan sangat penting, karena itu merupakan pendorong utama,” kata Shahin. Ia menambahkan stabilitas pasar kemungkinan baru tercapai ketika situasi di Selat Hormuz lebih terkendali. 

Namun demikian, Shahin memperkirakan pasar berpotensi mengalami periode yang lebih tenang dalam sepekan ke depan, tergantung pada hasil laporan keuangan emiten. 

Pekan ini menjadi periode tersibuk musim laporan keuangan, dengan lima perusahaan dari kelompok Magnificent Seven dijadwalkan merilis kinerjanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri