Ada Transaksi Crossing Jumbo 41,4 juta Lembar Saham Kongsi Bakrie - Salim (BUMI)
Emiten pertambangan kongsi konglomerat Bakrie–Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan transaksi crossing jumbo hingga mencapai 41.404.300 lembar saham pada perdagangan saham hari ini, Selasa (5/5).
Pada sore ini crossing BUMI itu sebanyak 23.270.300 saham di pasar negosiasi lewat KB Valbury Sekuritas dengan kode broker CP. Lalu 30 ribu lot lewat PT Evergreen Sekuritas Indonesia (EL) dan 150 ribu PT BRI Danareksa Sekuritas (OD) dan 150 ribu lot lewat PT Maybank Sekuritas Indonesia.
Penulis Katadata.co.id telah meminta tanggapan terkait transaksi itu kepada Renno Wicaksono selaku Group Head of Corporate Communications & CSR PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Namun belum menjawab hingga berita ini ditayangkan.
Akhir-akhir ini BUMI tengah menggencarkan aksi korporasi. berencana mengakuisisi seluruh saham perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia, Loyal Metals Ltd.
Rencana tersebut melalui penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan Skema atau Scheme Implementation Deed (SID) antara kedua perusahaan yang ditargetkan rampung pada pertengahan Agustus 2026.
Melalui skema yang tunduk pada persetujuan pengadilan Australia berdasarkan Undang-Undang Korporasi 2001, BUMI akan mengambil alih 100% saham Loyal yang beredar. Dalam transaksi tersebut, pemegang saham Loyal Metals akan menerima pembayaran tunai sebesar A$ 0,45 per saham. Nilai penawaran itu menempatkan valuasi ekuitas Loyal di kisaran A$ 79,11 juta.
Penawaran BUMI tercatat 40,6% lebih tinggi dibanding harga penutupan saham Loyal pada 24 April 2026 sebesar A$ 0,32 per saham. Selain itu, harga tersebut juga berada 47,4% di atas volume weighted average price (VWAP) lima hari dan 49,6% lebih tinggi dibanding VWAP 10 hari perdagangan terakhir.
Manajemen Loyal Metals menyatakan transaksi ini memberikan kepastian pembayaran tunai penuh kepada pemegang saham dengan nilai premium yang menarik. Skema tersebut juga dinilai dapat mengurangi risiko pengembangan proyek-proyek tambang Loyal yang berada di Australia dan Kanada.
Sebelumnya juga BUMI menargetkan tambang tembaga dan emas Wolfram dapat beroperasi tahun ini. Tambang yang dimaksud baru diakuisisi pada 2025.
Chief Corporate Affairs Officer Bumi Resources, Christopher Fong, mengatakan operasi proyek tambang tembaga Wolfram Limited diperkirakan mulai berjalan dalam beberapa minggu ke depan. Pengumuman lebih lanjut akan disampaikan dalam rilis selanjutnya.
“Tapi kami mengharapkan hasil yang baik pada tahun ini,” ucap Fong ketika ditemui di Jakarta, Kamis (13/3).
Selain itu, Fong juga menyampaikan operasi tambang emas Jubilee Metals Limited (JML) diperkirakan mulai berjalan sedikit lebih lambat pada tahun ini karena perusahaan masih melakukan proses pemindahan pabrik pengolahan.
Meski begitu, Fong memperkirakan produksi dari proyek yang berfokus pada komoditas emas itu dapat dimulai pada kuartal keempat 2026.
Kinerja Keuangan Kuartal I 2026
Emiten pertambangan Grup Bakrie–Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih mencapai US$ 24,14 juta atau setara Rp 418,60 miliar pada kuartal pertama 2026. Perolehan ini naik 35,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 17,86 juta atau Rp 309,84 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, kenaikan laba BUMI ditopang pendapatan yang naik mencapai 19,75% dari US$ 348,77 juta atau Rp 6,04 triliun pada kuartal I 2025 menjadi US$ 417,65 juta atau Rp 7,24 triliun.
Namun, beban pokok pendapatan juga naik 12,5% yoy menjadi US$ 334,8 juta dari US$ 297,5 juta. Laba bruto perusahaan pada tiga bulan pertama tahun ini pun melonjak 61,6% secara tahunan menjadi US$ 82,8 juta dari US$ 51,2 juta.
Sedangkan beban usaha naik 44,8% menjadi US$ 33,8 juta dari US$ 23,3 juta. Laba usaha pun tercatat tumbuh sebesar 75,8% menjadi US$ 49,1 juta dari US$ 27,9 juta, dengan margin usaha meningkat dari 8% menjadi 11,7%.
Manajemen menjelaskan, volume produksi dan penjualan BUMI naik secara tahunan. Produksi batu bara naik 12% secara tahunan menjadi 19,2 juta ton, sedangkan penjualan meningkat 14% secara tahunan menjadi 19,1 juta ton.