Emiten minyak dan gas (migas) milik Happy Hapsoro yaitu PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memulai babak baru dengan mengakuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas, perusahaan pengelola proyek migas raksasa di Blok Kasuri, Papua.

RAJA menggelontorkan dana untuk mengakuisisi 5% saham PT LNG dengan nilai transaksi mencapai US$ 38,57 juta atau setara Rp 670,24 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.375 per dolar AS. Langkah korporasi ini dilakukan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan.

Sekretaris Perusahaan RAJA Yuni Pattinasarani mengatakan perseroan telah merealisasikan pembayaran deposit kepada Genting LNG Pte. Ltd. pada 8 Mei 2026 sebagai bagian dari pelaksanaan transaksi. Adapun Genting LNG Pte. Ltd merupakan induk usaha dari PT LNG.

“Pada tanggal 8 Mei 2026 Perseroan telah melaksanakan pemenuhan kesepakatan melalui pembayaran deposit kepada Genting LNG Pte. Ltd, anak usaha yang dimiliki secara tidak langsung 95% oleh Genting Berhad,” kata Yuni dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (11/5).

PT LNG merupakan pengembang fasilitas midstream dan kapal floating liquefied natural gas (FLNG) pertama di Indonesia. Meski demikian, penyelesaian akuisisi tetap bergantung pada pemenuhan syarat dan ketentuan yang telah disepakati para pihak.

Manajemen menyatakan transaksi tersebut belum memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perseroan saat ini. Namun, RAJA meyakini akuisisi ini akan memperluas portofolio bisnis, meningkatkan daya saing, serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Blok Kasuri sendiri merupakan salah satu aset migas strategis nasional yang berlokasi di Papua Barat. Blok ini diperkirakan memiliki cadangan gas alam sebesar 2 triliun hingga 3,5 triliun kaki kubik (TCF) dan diproyeksikan menjadi salah satu penopang ketahanan energi nasional.

Sebelumnya, Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia akan memiliki FLNG terbesar di dalam negeri dan masuk jajaran sembilan terbesar di dunia. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau fasilitas milik Genting Oil Kasuri dan LNG Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Menurut Bahlil, progres pembangunan FLNG milik Genting Oil Kasuri telah mencapai 53%. Pemerintah juga berencana mengirim tim untuk memverifikasi perkembangan proyek tersebut secara langsung.

“Itu floating LNG terbesar di Indonesia dan menurut laporan dari mereka ke sembilan di dunia. Tapi itu akan kita validasi progresnya,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi.

Pada Juni 2024, Genting Group melalui PT Layar Nusantara Gas menandatangani kontrak dengan Wison New Energies untuk pembelian FLNG berkapasitas 1,2 juta metrik ton per tahun (million tonnes per annum/mtpa) senilai US$962,8 juta.

FLNG tersebut nantinya akan mendapat pasokan gas dari proyek Asap Kido Merah (AKM) milik Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. yang diproyeksikan memproduksi 330 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) mulai 2027.

Anak Usaha RAJA, RATU Perkuat Portofolio di Blok Kasuri

Kabar besar lainnya juga diumumkan anak usaha RAJA yakni PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). RATU mengumumkan penguatan portofolio di Blok Kasuri melalui anak usahanya yaitu PT Raharja Energi Negeri.

Sekretaris Perusahaan RATU Supriyanti Priandini mengatakan PT Raharja Energi Negeri telah memenuhi kesepakatan dalam Farm Out Agreement (FOA) dan Joint Operating Agreement (JOA) dengan Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. terkait pengalihan 5% hak partisipasi (participating interest) di Wilayah Kerja Kasuri.

Transaksi tersebut direalisasikan melalui pembayaran deposit senilai US$ 9,64 juta. Nilai itu setara 17,05% dari total ekuitas RATU per 31 Desember 2025. Sebagai bagian dari transaksi, RATU juga memberikan jaminan korporasi (parent company guarantee) kepada GOKPL untuk menjamin seluruh kewajiban pembayaran PT Raharja Energi Negeri.

“Pelaksanaan kesepakatan sehubungan dengan rencana merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk memperkuat portofolio usaha di sektor hulu minyak dan gas bumi melalui anak perusahaannya, PT REN,” ujar Supriyanti.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri