Data Baru BEI, Megawati Terpantau Pelan-Pelan Buang Saham Sentul City (BKSL)
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar terbaru kepemilikan saham emiten di atas 1%. Berdasarkan data yang baru dirilis terdapat sejumlah perubahan kepemilikan saham di sejumlah emiten.
Salah satu perubahan kepemilikan terlihat di saham PT Sentul City Tbk (BKSL). Nama Hj Megawati Taufiq terpantau pelan-pelan membuang saham properti dan real estate itu hingga April 2026.
Berdasarkan data pemegang saham 1% per 30 April 2026, Hj Megawati Taufiq kini menggenggam saham BKSL sebanyak 1,16% atau 1,94 miliar. Padahal pada akhir Maret 2026, Hj Megawati Taufiq masih memiliki 1,17% atau sekitar 1,95 miliar saham BKSL. Lalu berdasarkan data per 27 Februari 2026, tercatat nama Hj Megawati Taufiq memiliki sebanyak 1,97 miliar atau 1,18% saham BKSL.
Merujuk data per 30 April 2026, kepemilikan saham BKSL lainnya yakni Stella Isabella Djohan tercatat memiliki 10,73 miliar saham atau setara 6,4% dari total saham perseroan. Samuel Sekuritas Indonesia menggenggam 8,24 miliar saham atau sekitar 4,92%.
Selain itu, Government of Norway tercatat memiliki 1,99 miliar saham atau setara 1,19%. Adapun PT Bukit Wahana Gemilang menguasai 3,6 miliar saham atau sekitar 2,15%. Pemegang saham mayoritas BKSL adalah PT Sakti Generasi Perdana dengan kepemilikan mencapai 65,27% atau sekitar 109,46 miliar saham BKSL.
Di sisi lain apabila menilik kinerja keuangan terakhir per kuartal pertama 2026, laba BKSL melonjak 4.014,57% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 842,31 juta, menjadi Rp 34,65 miliar.
Sedangkan pendapatan bersih tercatat Rp 360,44 miliar per Januari–Maret 2026. Torehan itu naik 29,31% yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 278,74 miliar.
Berdasarkan laman resmi perusahaan, Sentul City merupakan salah satu kawasan hunian terpadu di kawasan Bogor. Perusahaan membangun kota mandiri terencana yang dirancang untuk memastikan kehidupan berkualitas tinggi yang terintegrasi dengan alam, fasilitas gaya hidup premium, dan kemudahan akses bagi masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen perusahaan, BKSL juga berusaha untuk menerapkan pembangunan kota hijau yang berkelanjutan dan inovatif. BKSL memiliki luas 3100 hektar yang terletak di kawasan berkembang pesat antara selatan Jakarta dan Bogor.
Dengan arsitektur desain internasional yang inovatif, kota ini menawarkan kualitas tinggi bagi komunitas yang berkelanjutan di sekitar Jakarta. Sentul City memperkenalkan konsep Eco-City yang belum pernah ada sebelumnya, dengan Natural Setting - pendekatan keanekaragaman hayati tanaman untuk taman yang membentang sepanjang 6,2 km jalan utama. Terdapat lebih dari 6.000 pohon dengan 49 jenis yang tersebar di seluas 27 ha tanah.