Bos BEI Respons IHSG Jatuh ke Titik Kelam Covid-19, Market Cap Rp 5 T Menguap

Katadata/Fauza Syahputra
Pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, saat menyampaikan paparan pada Katadata ESG Forum di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (6/4/2026).
18/5/2026, 17.58 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang kini sudah kembali lagi ke era Covid-19 yakni di level Rp 6.000-an.

Level IHSG sempat tembus all-time high (ATH) pada 20 Januari 2026 lalu ke level 9.134 dengan kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 16.590 triliun. Kini, indeks makin menjauh dari level 9.000 dan kapitalisasi pasarnya telah menguap hingga Rp 5.028 triliun sejak level ATH itu.

Merespons hal itu, penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, otoritas bursa tidak pernah memprediksi indeks. Ia menegaskan, tugas otoritas hanya memastikan seluruh transaksi perdagangan berjalan secara ratur, wajar, dan efisien. 

Selain itu, ia juga memastikan perdagangan bursa RI berjalan baik, mulai dari infrastruktur perdagangan, hingga pengaturan dan pengawasan yang kini terus berjalan baik. 

“Kemudian selanjutnya tentu kami serahkan kepada mekanisme pasar,” kata Jeffey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/5). 

Menilik arus keluar dana asing hari ini, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 428 miliar pada perdagangan sesi pertama siang tadi. Tekanan jual terutama menyasar saham-saham yang sebelumnya dikeluarkan oleh MSCI dari indeks globalnya.

Sejumlah emiten yang ramai dilepas investor asing antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), hingga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Berdasarkan data BEI, saham DSSA menjadi emiten yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual mencapai Rp 77 miliar. Posisi berikutnya ditempati ANTM sebesar Rp 76 miliar, disusul PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) senilai Rp 75 miliar.

Adapun IHSG kini ditutup turun 1,85% atau 124,08 poin ke 6.599 pada perdagangan hari ini, Senin (18/5). Saham berkapitalisasi besar seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi top loser pada perdagangan hari ini.

Harga saham DSSA jeblok 14,98% atau 155 poin ke Rp 880, TPIA rontok 14,88% ke Rp 3.660 dan CUAN merosot 11,76% ke Rp 750.

Merujuk data perdagangan BEI, volume transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai 31,99 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,57 juta kali. dengan total nilai transaksi sebesar Rp 20,71 triliun. Sebanyak 125 saham menguat, 616 saham terkoreksi dan 79 saham tidak bergerak. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 11.562 triliun. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila