IHSG Rawan Melorot, Analis Rekomendasikan Saham BBCA, MEDC, ARCI, TLKM

Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja berjalan di dekat layar digital yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/5/2026).
19/5/2026, 06.26 WIB

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan dinilai rawan terkoreksi pada perdagangan saham Selasa (19/5), setelah anjlok 1,85% ke level 6.599 pada perdagangan kemarin (18/5). Di tengah tekanan aksi jual, analis merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG saat ini berada di bagian wave [v] dari wave A dalam struktur wave (2), atau berpeluang merosot untuk menguji level 6.307 – 6.379. “Posisi pergerakan indeks pun sudah mencapai target koreksi yang kami berikan, sekaligus menutup area gap-nya,” tulis dia dalam risetnya, Selasa (19/5). 

MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG berada di 6.270 dan 6.148. Sementara resistance terdekat berada di 6.640 dan 7.745.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness pada sejumlah saham. Misalnya PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) akumulasi beli di rentang Rp 1.510- Rp 1.600 dengan target harga di Rp 1.820 – Rp 2.010, sementara level stoploss di bawah Rp 1.445.

Kemudian PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.160 - Rp 1.215 dengan target harga di Rp 1.385 - Rp 1.525, serta stoploss di bawah Rp 1.125.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yakni PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Menurut Phintraco Sekuritas, IHSG tertekan anjloknya mayoritas bursa global dan depresiasi rupiah yang masih berlanjut di tengah minimnya sentimen positif dari pasar.

Investor juga mencermati ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkat, sehingga berdampak terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan inflasi global.

Secara teknikal, IHSG membentuk gap pada level 6.705 dan berakhir di bawah level psikologis 6.600, setelah sempat menyentuh posisi terendah intraday di 6.398. Indikator MACD menunjukkan pelebaran histogram negatif yang menandai tekanan jual masih berlanjut. 

Sementara itu, Stochastic RSI mulai mendekati area oversold, meski belum memperlihatkan sinyal pembalikan arah atau reversal. “Sehingga diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.400 - 6.700,” tulis Phintraco Sekuritas dalam analisisnya, Selasa (19/5).  

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila