Perampingan Semen Indonesia (SMGR) Dimulai, 4 Entitas Langsung Dipangkas

Arief Kamaludin | Katadata
BP BUMN tengah mempercepat konsolidasi usaha di bawah PT Semen Indonesia Tbk atau SMGR.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
22/5/2026, 12.47 WIB

Emiten pelat merah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) membubarkan dan melikuidasi empat anak, cucu serta cicit usaha perseroan. Langkah ini sejalan dengan upaya Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dalam melakukan perampingan atau streamlining entitas anak usaha BUMN yang tumpang tindih.

SMGR membubarkan tiga entitas yang berada di bawah PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) serta satu entitas yang terafiliasi dengan PT Semen Padang.

Dari anak usahanya, Semen Padang, SMGR membubarkan dan melikuidasi PT Energi Makmur Agung Sejahtera (EMAS), yang merupakan cicit usaha perseroan. Keputusan pembubaran dan likuidasi perusahaan tersebut ditetapkan pada 20 Mei 2026.

SMGR memiliki 99,99% saham di Semen Padang. Adapun PT EMAS bergerak di bidang perdagangan bahan bakar minyak (BBM) dan kendaraan.

Selain itu, SMGR juga membubarkan PT Ciptanugrah Indonesia yang merupakan cucu usaha perseroan melalui SBI. Kepemilikan SMGR di SBI tercatat sebesar 83,52%. Keputusan pembubaran perusahaan tersebut juga dilakukan pada 20 Mei 2026. PT Ciptanugrah Indonesia bergerak di bidang perdagangan dan jasa.

Selanjutnya, perseroan membubarkan PT Aroma Cipta Anugrahtama (ACA) yang merupakan cicit usaha SBI. Pembubaran perusahaan tersebut dilakukan pada 19 Mei 2026.

ACA bergerak di bidang jasa konsultansi dan perdagangan. Perusahaan ini juga pernah mengelola izin usaha pertambangan (IUP) di Lhoknga, Aceh, sebelum izin tersebut dialihkan.

Terakhir, SMGR turut membubarkan PT Aroma Sejahtera Indonesia yang merupakan cucu usaha SBI. Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa konsultansi.

Sebelumnya, BP BUMN menyatakan tengah mempercepat konsolidasi usaha di bawah SMGR. Dalam skema terbaru, BP BUMN menyatakan akan memangkas anak usaha SMGR dari 40 menjadi 12 entitas.

Langkah transformasi itu dibahas dalam rapat antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, bersama direksi SIG pada Rabu (20/5). Dalam pertemuan itu juga hadir Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma'ruf.

Dalam pertemuan itu, Semen Indonesia Group (SIG) diminta untuk terus mempercepat langkah transformasi korporasi melalui program streamlining entitas usaha secara besar-besaran. Aksi ini diharapkan bisa memperkuat efisiensi bisnis, mempertajam fokus pada lini usaha strategis, serta meningkatkan daya saing industri semen nasional di tengah tantangan ekonomi dan dinamika industri global.

Pertemuan tersebut menyoroti perkembangan pelaksanaan program streamlining yang kini telah memasuki fase eksekusi pada kuartal II 2026. Di antaranya termasuk berbagai langkah konsolidasi untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan.

Dalam arahannya, Dony menyatakan transformasi dan streamlining BUMN menjadi bagian penting dalam membangun perusahaan negara yang lebih sehat, agile, dan kompetitif di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

Dalam proses transformasi tersebut, Dony mengatakan SIG menjalankan sejumlah agenda strategis. Mulai dari merger entitas distribusi dan building materials, konsolidasi sektor logistik, integrasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara, hingga divestasi dan likuidasi entitas non-strategis.

Langkah ini dilakukan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih ramping, efektif, dan mampu mendukung pengambilan keputusan bisnis secara lebih cepat dan terukur.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri