Wall Street Naik Imbas Turunnya Harga Minyak, Ada Harapan Perang Iran Berakhir
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Senin (25/5) waktu setempat seiring turunnya harga minyak. Hal ini seiring meningkatnya harapan perang antara AS dan Iran akan segera mereda.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 294,04 poin atau 0,58% ke level 50.579,70. Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 0,37% menjadi 7.473,47 dan Nasdaq Composite naik 0,19% ke posisi 26.343,97.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang berjalan dengan baik. Namun, Trump mmperingtakan AS tetap mengambil langkah ofensif jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan.
Pernyataan tersebut langsung menekan harga minyak. Futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 6% pada perdagangan Senin (25/5).
Wall Street juga mencatat penguatan sepanjang pekan lalu. S&P 500 naik 0,9% dan membukukan kenaikan mingguan terpanjang sejak akhir 2023. Dow Jones menguat 2,1%, menjadi kenaikan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir. Adapun Nasdaq naik 0,5% pekan lalu atau menguat tujuh kali dalam delapan pekan terakhir.
Pendiri Trivariate Research Adam Parker mengatakan, fundamental perusahaan masih menjadi salah satu faktor utama yang menopang reli pasar saham saat ini. Pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan di AS ditaksi mencapai 23% pada tahun ini dan 16% pada tahun depan.
"Terdapat argumen yang cukup kuat bahwa meskipun estimasi laba terus meningkat dan pertumbuhan laba tetap solid, rasio harga terhadap proyeksi laba ke depan justru sedikit mengalami kontraksi,” ujar Parker dikutip dari CNBC, Selasa (26/5).
Penurunan harga minyak juga menjadi pendorong naiknya saham dalam sepekan terakhir. Harga minyak mentah AS tercatat turun 8,4%, menjadi pelemahan mingguan terburuk sejak 17 April.
Meski demikian, harga minyak masih berada jauh di atas level awal tahun sehingga tekanan inflasi dinilai belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini membuat ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve menjadi lebih terbatas.
Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli sebesar 8,5%. Angka itu naik dibandingkan sebulan lalu yang hanya sebesar 0,9%.