Emiten Boy Thohir (AADI) Tebar Dividen Jumbo Rp 3,56 Triliun, Cek Tanggalnya

AADI
Gambaran umum suasana aktivitas penambangan batu bara oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Penulis: Ahmad Islamy
27/5/2026, 15.16 WIB

Emiten batu bara milik konglomerat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), berencana untuk membagikan dividen tunai bernilai jumbo dari laba Tahun Buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan yang digelar pada Jumat (22/5) lalu.

Berdasarkan dokumen yang dirilis lewat keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/5), manajemen AADI menyebut total dividen yang dibagikan telah ditetapkan sebesar US$ 200 juta. Angka tersebut setara dengan Rp 3,56 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.803,00 per dolar AS.

Kendati demikian, perseroan belum mencantumkan besaran dividen per saham yang akan diterima investor. "Dividen per saham akan diumumkan jika sudah ada kepastian mengenai jumlah saham yang akan dibagi," ungkap Corporate Secretary AADI, Ray Aryaputra, dalam pengumuman tersebut, dikutip pada Rabu (27/5).

Disebutkan bahwa pembagian keuntungan usaha tersebut ditopang oleh kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025. AADI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 760,17 juta, dengan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai US$ 758,56 juta. Adapun total ekuitas perseroan tercatat sebesar US$ 3,64 miliar per 31 Desember 2025.

Aksi korporasi ini menjadi sinyal bahwa AADI masih menjaga komitmen pembagian keuntungan kepada pemegang saham di tengah dinamika industri batu bara global. Langkah tersebut juga berpotensi menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham AADI di pasar.

Dalam dokumen yang sama, perseroan menyebut tanggal daftar pemegang saham atau recording date yang berhak atas dividen jatuh pada 8 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen tunai AADI:

  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 4 Juni 2026
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 5 Juni 2026
  • Cum dividen pasar tunai: 8 Juni 2026
  • Ex dividen pasar tunai: 9 Juni 2026
  • Recording date/DPS: 8 Juni 2026 pukul 16.00 WIB
  • Pembayaran dividen: 18 Juni 2026

Manajemen menyampaikan keterbukaan informasi tersebut pada 26 Mei 2026 melalui sistem pelaporan elektronik BEI. Dokumen itu dinyatakan resmi dan sah tanpa tanda tangan basah karena diterbitkan secara elektronik oleh perseroan.

Kinerja AADI Kuartal I 2026 Tertekan, Laba Turun 27% 

Dalam laporan keuangan perseoran kuartal I 2026, AADI mencatat penurunan laba bersih sebesar 27,02% menjadi US$ 143,03 juta atau setara Rp 2,43 triliun dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 195,99 juta.

Penurunan laba sejalan dengan turunnya pendapatan perseroan menjadi US$ 1,04 miliar, dari US$ 1,16 miliar pada kuartal I 2025. Pendapatan AADI berasal dari penjualan batu bara dan jasa logistik kepada pihak ketiga sebesar US$ 928,14 juta, serta pendapatan lain-lain sebesar US$ 3,57 juta. Angka tersebut menyusut dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar US$ 1,05 miliar. 

Dari pihak berelasi, perseroan mencatat pendapatan dari penjualan batu bara dan logistik sebesar US$ 108,9 juta serta pendapatan lain-lain sebesar US$ 3,56 juta. Jumlah itu juga turun ddari tahun lalu senilai US$ 31,63 juta. Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan AADI turut menyusut menjadi US$ 786,63 juta, dari US$ 817,02 juta pada periode yang sama tahun lalu. 

Sementara itu, saham AADI parkir di zona hijau pada akhir perdagangan Selasa (26/5) kemarin. Harga sahamnya menguat 0,91% ke level Rp 8.325. Secara tahun berjalan atau year to date (ytd), saham energi ini telah terangkat sebesar 19,35%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.