Rebalancing MSCI Berlaku IHSG Rawan Koreksi, Analis Jagokan Saham CPIN dan UNVR

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). IHSG ditutup melemah ke level 6.094,94 pada perdagangan Kamis (21/5) terkoreksi 223,56 atau sebesar 3,54 persen.
Penulis: Karunia Putri
29/5/2026, 06.23 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan turun pada perdagangan hari ini, Jumat (29/5) seiring berlakunya rebalancing indeks MSCI. Penyesuaian portofolio oleh manajer investasi global yang mengikuti indeks MSCI diperkirakan memicu aksi jual yang masif dan meningkatkan volatilitas pasar.

Seiring dengan itu analis merekomendasikan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) hingga PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpotensi turun karena secara teknikal, Stochastic RSI masih menunjukkan reversal ke arah pivot dan penyempitan histogram negatif MACD berlanjut. Adapun level support IHSG berada di level 6 000 sementara level resistance di level 6.200.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.000-6.200 pada perdagangan Jumat,” katanya dalam keterangan dikutip Jumat (29/5). 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan. MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.

Pada penutupan perdagangan hari ini, tanggal efektif rebalancing indeks MSCI akan berlaku. Potensi dampak yang dapat terjadi adalah penyesuaian portofolio oleh para manajer investasi global yang mengikuti indeks MSCI.

Hal itu dapat menyebabkan aksi jual masif terutama pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI serta memicu kenaikan volatilitas pasar. Ada 18 saham RI yang didepak MSCI, 6 berasal dari kategori MSCI Global Standard Indexes dan 13 saham kategori MSCI Small Cap Indexes.   

Dari sisi pemerintah, sedang menyiapkan skema intensif untuk kendaraan listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel. Salah satu opsi yang sedang dalam pembahasan adalah PPN akan ditanggung oleh Pemerintah dengan besaran yang bervariasi mulai dari 40% hingga 100%. 

Untuk baterai yang berasal dari nikel dan non nikel akan dibedakan skemanya, dengan kendaraan berbasis baterai nikel kemungkinan akan memperoleh insentif lebih besar. Namun insentif tersebut masih dalam pembahasan sehingga pelaksanaannya akan ditunda satu bulan. Ke depannya hal ini berpotensi menjadi faktor positif bagi emiten yang memproduksi baterai listrik berbasis nikel. 

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Sementara itu, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan area 6.279 hingga 6.383 masih menjadi resistance kuat bagi IHSG. Menurut dia, pelemahan setelah IHSG menyentuh area tersebut pada Selasa lalu menunjukkan tren turun masih berpotensi berlanjut.

Seiring dengan itu, Ivan merekomendasikan dua saham yang dapat diperhatikan hari ini, di antaranya PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri