Duduk di Papan Utama BEI Jadi Indikator Kualitas Emiten, Apa Saja Keuntungannya?

Muhammad Zaenuddin|Katadata
Pekerja berjalan di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/7/2023).
29/5/2026, 13.24 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengocok ulang atau merotasi posisi 44 perusahaan tercatat sesuai skala bisnis mereka. Sebanyak 26 emiten naik dari papan pengembangan ke papan utama, sedangkan 16 emiten turun kelas ke papan pengembangan.

Bagi emiten yang terindeks di papan utama, mereka punya keunggulan tersendiri. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, persyaratan di papan utama lebih tinggi daripada papan pengembangan dan akselerasi. Status emiten yang masuk ke dalam papan utama dapat meningkatkan reputasi perusahaan.

Emiten yang masuk di papan utama juga memperluas basis investor hingga meningkatkan peluang untuk menjadi konstituen indeks saham tertentu. Ini termasuk indeks yang menjadi acuan investor global.

“Oleh karena itu, mempertahankan status di papan utama umumnya penting untuk memperluas basis investor dan meningkatkan daya tarik (attractiveness),” kata Nyoman dalam keterangannya, Jumat (29/5). 

Selain itu, masuknya perusahaan ke papan utama mencerminkan emiten telah memenuhi standar yang lebih tinggi, baik dari sisi kinerja fundamental, kapitalisasi pasar, maupun kepatuhan terhadap ketentuan bursa. Nyoman menyebut kondisi itu menjadi indikator kualitas dan tingkat perkembangan perusahaan di mata pelaku pasar.

Terkait rotasi papan, sebagaimana diatur dalam ketentuan VII.2 Peraturan Bursa Nomor I-A, bursa memiliki kewenangan untuk melakukan penilaian atas pemenuhan persyaratan dan perpindahan papan perusahaan tercatat. Dalam proses tersebut, kata Nyoman, bursa akan mengevaluasi pemenuhan ketentuan yang diatur pada bagian VI dan VII sebagai dasar penentuan perpindahan papan.

“Proses evaluasi dan pelaksanaan pindah papan (sesuai ketentuan VII.5. Peraturan Bursa Nomor I-A) dilakukan secara berkala setiap Bulan Mei dan November,” ungkapnya.

Sebelumnya, sejumlah emiten naik kelas ke papan utama, termasuk perusahaan petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Selain itu, ada juga PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) dan PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR). 

Papan utama adalah kategori tertinggi di BEI yang diperuntukkan bagi emiten dengan fundamental kuat, kapitalisasi pasar besar, serta rekam jejak bisnis dan keuangan yang stabil. Sementara itu, papan pengembangan ditujukan bagi perusahaan dengan prospek pertumbuhan yang baik, namun belum memenuhi seluruh persyaratan ketat untuk masuk ke papan utama.

Adapun beberapa emiten yang turun dari papan utama ke papan pengembangan antara lain PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA).

BEI juga menambahkan PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) ke daftar emiten yang dipindahkan dari papan utama ke papan pengembangan berdasarkan evaluasi terbaru. 

Berikut daftar 26 saham yang naik kelas dari papan pengembangan ke papan utama: 

  1. PT Akasha Wira International Tbk (ADES) 
  2. PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) 
  3. PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) 
  4. PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) 
  5. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) 
  6. PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) 
  7. PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) 
  8. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT)
  9. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) 
  10. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) 
  11. PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) 
  12. PT Galva Technologies Tbk (GLVA) 
  13. PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) 
  14. PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) 
  15. PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) 
  16. PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) 
  17. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) 
  18. PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) 
  19. PT Merck Tbk (MERK) 
  20. PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) 
  21. PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) 
  22. PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) 
  23. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) 
  24. PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) 
  25. PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) 
  26. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

Berikut daftar 16 saham yang turun dari papan utama ke papan pengembangan:

  1. PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) 
  2. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) 
  3. PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) 
  4. PT GTS Internasional Tbk (GTSI) 
  5. PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) 
  6. PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) 
  7. PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) 
  8. PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) 
  9. PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) 
  10. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) 
  11. PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) 
  12. PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT)
  13. PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) 
  14. PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) 
  15. PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) 
  16. PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMMU)

Dan berikut daftar 2 saham yang pindah dari papan ekonomi baru ke papan pengembangan:

  1. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) 
  2. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila