Saham GOTO Terpukul Indeks Global FTSE–MSCI, Antrean Jual Tembus 126 Juta Lot

Dokumentasi GOTO
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
2/6/2026, 07.55 WIB

Tekanan bertubi-tubi menghantam saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) seiring gelombang aksi jual yang terus membayangi emiten teknologi itu. 

Pada perdagangan Jumat (29/5) saham GOTO terkunci di level Rp 50 atau sudah mencapai auto reject bawah (ARB) dengan antrean jual mencapai 126,72 juta lot. Kapitalisasi pasarnya kini menjadi Rp 57,03 triliun. 

Hal itu usai lembaga pemeringkat indeks global MSCI membekukan proses rebalancing terhadap saham GOTO karena saham emiten tersebut diperdagangkan di level minimum Rp 50 per saham alias gocap. MSCI menilai kondisi ini menimbulkan potensi masalah replikasi indeks akibat rendahnya likuiditas saham GOTO. 

Dalam pengumuman resminya, MSCI menyatakan akan membekukan seluruh perubahan terkait saham GOTO dalam peninjauan indeks Mei 2026. Kebijakan itu mencakup perubahan jumlah saham atau number of shares (NOS), foreign inclusion factor (FIF), domestic inclusion factor (DIF), faktor pembatas (constraint factors), hingga penambahan maupun penghapusan saham GOTO di indeks MSCI. 

MSCI juga akan kembali meninjau likuiditas saham GOTO pada evaluasi indeks Agustus 2026. Jika pada saat itu GOTO tidak memenuhi persyaratan likuiditas, MSCI membuka peluang untuk mengeluarkan saham tersebut dari indeksnya.

Tak hanya MSCI tekanan juga datang dari lembaga pemeringkat FTSE Russell. Dalam pengumuman terbaru yang dirilis 1 Juni 2026,  FTSE menyatakan GOTO akan dikeluarkan dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index dan berlaku efektif pada pekan terakhir Juni 2026. 

"Penghapusan tersebut efektif mulai 22 Juni 2026," tulis FTSE dalam pengumumannya, dikutip Selasa (2/6).  

FTSE menjelaskan penghapusan tersebut karena keempat emiten kini tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut FTSE, papan tersebut merupakan segmen pasar yang tidak memenuhi kriteria kelayakan untuk masuk dalam FTSE Global Equity Index Series (GEIS).  

Keputusan itu juga sejalan dengan kebijakan perlakuan indeks Indonesia (Indonesia Index Treatment) yang diterapkan dalam peninjauan indeks periode Juni 2026.

Kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (KSEI/diolah)

Tekanan Beruntun dari Dalam Negeri

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dihantam beberapa sentimen sejak awal Mei. Imbasnya, investor institusi asing kabur dari saham raksasa teknologi nasional itu. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sejak 1 Mei 2026, investor asing tercatat melepas 19,3 juta lot atau setara 1,93 miliar saham GOTO. Nilai outflow alias dana asing yang keluar dari saham itu mencapai sekitar Rp 96,6 miliar. 

Tekanan terhadap saham GOTO setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur pemangkasan komisi aplikator ojek online dari maksimal 20% menjadi 8%. Kebijakan tersebut berdampak pada prospek pendapatan perusahaan ride hailing seperti Gojek dan Grab.

Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia juga sudah masuk menjadi pemegang sahamnya. Namun jumlah yang dimiliki Danantara saat ini belum signifikan.  

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GoTo Gojek Tokopedia, R.A. Koesoemohadiani, menyampaikan pihaknya memahami Danantara telah melakukan pembelian saham GOTO melalui bursa dengan porsi kurang dari 1% dari total saham beredar. 

"Perseroan  menyambut  baik  investasi tersebut,  sebagaimana  juga  investasi dari  seluruh  pemangku  kepentingan lainnya,  sebagai  cerminan  kepercayaan yang  berkelanjutan  terhadap fundamental  usaha,  kinerja,  serta prospek  jangka  panjang  Perseroan,"  ucap Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (5/5).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila