IHSG Diprediksi Naik ke 6.100, Analis Jagokan Saham ICBP, INDF, hingga PGAS

Nur Hana Putri Nabila (Katadata)
Pengunjung memotret papan digital saat IHSG menembus level psikologis 7.800 pada 13 September 2024.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
11/6/2026, 06.27 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari ini, Kamis (11/6). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), hingga PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova menilai, IHSG masih dapat melanjutkan tren positif jangka pendek menuju area 6.143-6.263. Peluang itu bisa terjadi sepanjang indeks tidak turun di bawah support minor yang berada di level 5.519. 

Pada skenario alternatif, kata Ivan, digambarkan adanya potensi IHSG membentuk pola konsolidasi apabila penutupan hariannya masih di bawah 5.964. “Indikator MACD menunjukkan adanya momentum netral,” kata Ivan dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (11/6). 

Adapun level support IHSG berada di kisaran 5.314, 5.052 dan 4.858. Sementara level resistance di angka 5.964, 6.264 dan 6.459.

Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sementara resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan lima hari (MA5) dan ditutup di sekitar level MA10. Indikator Stochastic RSI juga terus menguat di area pivot, sementara histogram MACD semakin menyempit dan berpotensi membentuk pola golden cross.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpeluang menguji level psikologis 6.000.

"Namun perlu diwaspadai potensi profit taking akibat sentimen negatif dari eksternal," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Dari sisi fundamental, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 120,9 pada Mei 2026 dari 123 pada April 2026. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak September 2025.

Penurunan IKK terutama dipengaruhi oleh melemahnya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini. Selain itu, persepsi terhadap pembelian barang tahan lama, ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan terakhir, serta ekspektasi pendapatan enam bulan ke depan juga mengalami penurunan.

Meskipun begitu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan aktivitas bisnis menunjukkan sedikit perbaikan.

Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham-saham antara lain, INDF, PGAS, TLKM, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri