IHSG Diprediksi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBCA, BUMI, ANTM, ADRO

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/4).
17/6/2026, 06.33 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi naik pada perdagangan saham Rabu (17/6). Jika terjadi, kenaikan hari ini akan melanjutkan tren penguatan IHSG yang berlangsung sejak pekan lalu.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG saat ini tengah berada pada fase wave [iv] dari wave 3. Dalam skenario tersebut, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan target menguji area 6.476 hingga 6.577.

Kendati demikian, MNC Sekuritas juga memproyeksikan area support IHSG berada di kisaran 5.784–5.594. Sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.286–6.459.

“Namun demikian tetap cermati akan adanya koreksi dari IHSG ke level area 6.136–6.216,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (17/6). 

Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sementara resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Salah satunya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan akumulasi beli di rentang Rp 157–Rp 170 dan target harga di Rp 214–Rp 238. Sementara level stoploss-nya di bawah Rp 153.

Kemudian, ada PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 2.240–Rp 2.300 dengan target harga di Rp 2.410–Rp 2.520, serta stoploss di bawah Rp 2.220.

Sentimen IHSG

Di samping itu, Phintraco Sekuritas menilai koreksi harga minyak dunia memberikan angin segar bagi pasar karena berpotensi meredakan tekanan inflasi dan mengurangi kekhawatiran terhadap defisit APBN. 

Nilai tukar rupiah juga menguat 0,85% ke Rp 17.709 per dolar AS pada 15 Juni. Dari sisi teknikal, IHSG masih menunjukkan tren positif setelah ditutup di atas MA20 dan didukung oleh MACD yang terus membentuk histogram positif. Namun, investor perlu mencermati Stochastic RSI yang berpotensi membentuk death cross di wilayah overbought.

“Diperkirakan IHSG pada bergerak pada rentang 6.150–6.400 pada perdagangan hari ini,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Rabu (17/6). 

Apalagi pemerintah berencana menerbitkan Panda Bonds pada akhir Juni atau awal Juli 2026. Sebelum penerbitan, pemerintah bakal mengukur respons dan minat investor terhadap instrumen tersebut. Penerbitan Panda Bonds bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, Bank Indonesia melaporkan posisi utang luar negeri Indonesia mencapai US$ 439,8 miliar pada April 2026, tumbuh 1,9% secara tahunan (YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,0% YoY pada Maret 2026.

Sementara itu pemerintah berhasil mengumpulkan tambahan penerimaan pajak sebesar Rp 23,5 triliun hingga 31 Mei 2026 melalui upaya perluasan basis pajak. Langkah itu dilakukan dengan menambah wajib pajak baru dari sektor potensial.

Hingga akhir Mei 2026 realisasi penerimaan pajak tercatat mencapai Rp 834,4 triliun atau tumbuh 22,1% YoY. Pemerintah menargetkan total penerimaan pajak dapat mencapai Rp 2.357,7 triliun pada akhir tahun.

Menurut Phintraco Sekuritas, kenaikan penerimaan negara melalui optimalisasi pajak dan penambahan sumber pembiayaan dapat memperluas ruang fiskal pemerintah. Namun, di sisi lain, kenaikan beban pajak dan utang juga berpotensi menambah tekanan terhadap dunia usaha maupun masyarakat.

Pintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Unilever Indondesia Tbk (UNVR), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila