Sebulan Lebih Terlelap di Level Gocap, GOTO Bakal Buyback Saham Rp 3,5 Triliun

Dokumentasi GOTO
Pencatatan perdana saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), 11 April 2022.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
17/6/2026, 10.27 WIB

Setelah terlelap lebih dari sebulan bertahan di level gocap atau Rp 50 per saham, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana akan melakukan pembelian saham kembali atau buyback senilai Rp 3,5 triliun. Rencana itu akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GOTO pada Kamis (18/6).

Jika disetujui pemegang saham, buyback akan dilaksanakan dalam jangka waktu maksimal 12 bulan, yakni mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

Manajemen GOTO menyatakan, seluruh dana untuk buyback akan berasal dari kas internal perseroan. Nilai maksimal Rp 3,5 triliun tersebut telah mencakup biaya transaksi, komisi broker serta biaya lain yang terkait dengan pembelian kembali saham.

"Perseroan telah mempertimbangkan ketersediaan kas internal (kas dan setara kas serta deposito jangka pendek per 31 Desember 2025) dan kewajiban keuangan lainnya, di mana perseroan memiliki kas yang cukup memadai untuk melaksanakan pembelian kembali saham, walaupun masih mencatat rugi bersih pada Tahun Buku 2025," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip pada Rabu (17/6).

GOTO memperkirakan jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor, termasuk saham treasury yang telah dimiliki saat ini.

Berdasarkan asumsi harga saham GOTO pada 11 Juni 2026 dan rata-rata harga selama 90 hari sebelumnya yang berada di kisaran Rp 50 hingga Rp 51,4 per saham, dana buyback sebesar Rp 3,5 triliun diperkirakan dapat digunakan untuk membeli sekitar 68 miliar hingga 70 miliar saham Seri A.

Dengan tambahan tersebut, total saham treasury GOTO diperkirakan meningkat menjadi sekitar 108 miliar hingga 110 miliar lembar saham atau setara 9,1% hingga 9,2% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Hingga 31 Mei 2026, GOTO telah memiliki 39,43 miliar saham tresuri atau sekitar 3,31% dari total saham beredar.

Manajemen menjelaskan, alasan melakukan buyback adalah untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal sekaligus mengoptimalkan struktur permodalan perseroan.

Selain itu, perusahaan berharap aksi korporasi tersebut dapat membuat harga saham lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan serta meningkatkan potensi pengembalian nilai (value) bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

Jadwal penting pelaksanaan buyback GOTO:

  • RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham: 18 Juni 2026
  • Pengumuman ringkasan risalah RUPSLB melalui situs BEI, eASY.KSEI, dan situs perseroan: 22 Juni 2026
  • Penyampaian risalah RUPSLB kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI: 17 Juli 2026.

FTSE Depak GOTO dari Indeks Global

Sebelumnya, lembaga pemeringkat global FTSE Russell mengeluarkan empat saham Indonesia dari indeks globalnya, termasuk saham GOTO. Penghapusan berlaku efektif pada pekan terakhir Juni 2026.

FTSE mendepak GOTO dari indeks kategori mid cap. Selain GOTO, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT BUMA Internasional Tbk (DOID), dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) juga dikeluarkan FTSE. 

“Penghapusan tersebut efektif mulai 22 Juni 2026,” tulis FTSE dalam keterangan resminya.

FTSE menjelaskan, penghapusan tersebut karena keempat emiten kini tercatat di Papan Pengembangan BEI. Menurut FTSE, papan tersebut merupakan segmen pasar yang tidak memenuhi kriteria kelayakan untuk masuk dalam FTSE Global Equity Index Series (GEIS).

Sebelum FTSE, MSCI sudah lebih dulu menyatakan akan membekukan rebalancing saham GOTO karena diperdagangkan di level gocap. MSCI menilai kondisi ini menimbulkan potensi masalah replikasi indeks akibat rendahnya likuiditas saham GOTO.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri