IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham ASII, MDKA, PANI, BRPT
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Jumat (19/6). Meski demikian, analis merekomendasikan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG saat ini tengah berada pada fase wave [iv] dari wave 3. Dalam skenario tersebut, indeks diperkirakan masih berpotensi menguat untuk menguji level 6.476–6.577.
“Namun demikian tetap cermati akan adanya koreksi dari IHSG ke level area 6.051–6.113,” tulis Herditya dalam risetnya, Jumat (19/6).
MNC Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada di kisaran 5.784–5.594, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.286–6.459.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan akumulasi beli di rentang Rp 4.590–Rp 4.740 dengan target harga di Rp 5.025–Rp 5.225, sedangkan level stoploss di bawah Rp 4.530.
Kemudian PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) direkomendasikan trading buy pada area Rp 4.840–Rp 5.950 dengan target harga di Rp 7.425–Rp 9.025, serta stoploss di bawah Rp 4.700.
Sentimen Pasar
Di samping itu, Phintraco Sekuritas menilai investor cenderung bersikap hati-hati menjelang rebalancing indeks FTSE dan pengumuman hasil evaluasi MSCI. Kondisi tersebut turut menekan IHSG pada perdagangan Kamis (18/6).
Meski demikian, penguatan rupiah sebesar 0,16% ke level Rp17.710 per dolar AS setelah Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi sentimen positif bagi pasar. Secara teknikal, IHSG masih bergerak di atas rata-rata pergerakan MA5, MA10, dan MA20, sementara indikator MACD tetap menunjukkan tren positif meski Stochastic RSI berada di area jenuh beli (overbought).
“Sehingga diperkirakan IHSG cenderung berkonsolidasi pada kisaran level 6.100–6.250,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Jumat (19/6).
Phintraco Sekuritas menilai keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% telah sesuai dengan ekspektasi pasar. Langkah itu dinilai untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan inflasi. Dengan kenaikan terbaru ini, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 100 basis poin dan membawa BI Rate ke level tertinggi sejak April 2025.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit perbankan tercatat meningkat 11,51% secara tahunan pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan 9,98% pada April. Pertumbuhan tersebut menjadi yang tercepat sejak Juli 2024, ditopang oleh kenaikan kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi. BI pun tetap optimistis pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8%-12%.
Sementara itu, perhatian pasar juga tertuju pada hasil MSCI Market Accessibility Review yang menilai tingkat aksesibilitas pasar modal suatu negara. Penilaian MSCI mencakup lima aspek utama, yakni keterbukaan terhadap kepemilikan asing, kemudahan arus modal, efisiensi operasional pasar, ketersediaan instrumen investasi, serta stabilitas kerangka kelembagaan. Kelima aspek tersebut dievaluasi melalui 18 indikator yang menjadi dasar penilaian MSCI terhadap masing-masing pasar ekuitas.
“Dari 18 pendekatan tersebut, Indonesia masih memerlukan perbaikan pada foreign exchange market liberalization level dan information flow,” tulis Phintraco.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).