Indeks Wall Street Naik Usai Dow Jones Tembus Rekor Baru 52.000

Pixabay/Rabbimichoel
Ilustrasi New York Stock Exchange
30/6/2026, 06.58 WIB

Indeks-indeks utama Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan Senin (29/6). Kenaikan itu dipimpin Dow Jones Industrial Average yang untuk pertama kalinya berhasil menembus level 52.000 setelah Alphabet resmi bergabung sebagai anggota indeks tersebut.

Dow Jones naik 306,63 poin atau 0,59% ke level 52.182,74. Sementara itu, S&P 500 menguat 1,18% menjadi 7.440,43 dan Nasdaq Composite melonjak 2,07% ke posisi 25.820,14.

Alphabet menjadi salah satu penggerak utama setelah melonjak hampir 5% pada hari pertama perdagangannya sebagai anggota Dow Jones. Saham Comcast menguat 4,4% setelah perusahaan mengumumkan rencana memisahkan bisnis media dan teknologinya menjadi dua perusahaan publik. 

Di sektor semikonduktor, VanEck Semiconductor ETF (SMH) naik lebih dari 3% setelah berbalik menguat dari pelemahan pada awal sesi. Penguatan dipimpin oleh saham Astera Labs yang melonjak sekitar 16%, disusul KLA yang naik sekitar 12% dan Applied Materials yang menguat hampir 11%.

Bursa saham AS dijadwalkan tutup pada Jumat mendatang untuk memperingati Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Manajer Portofolio Equity Armor Investments, Joe Tigay, menilai pergerakan pasar berpotensi menjadi lebih fluktuatif karena likuiditas cenderung menurun seiring pekan perdagangan yang dipersingkat akibat libur. 

Menurutnya, pasar juga tengah memasuki akhir kuartal, sehingga ada kemungkinan terjadi aksi window dressing, yakni strategi manajer investasi untuk mempercantik kinerja portofolio dalam laporan kuartalan kepada klien. 

“Banyak saham perusahaan besar telah mencatatkan kenaikan signifikan sepanjang tahun ini, sehingga mengunci keuntungan saat ini,” ucap Tigay dikutip CNBC International, Selasa (30/6). 

Sentimen Pasar

Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat menghentikan sementara aksi permusuhan dan mengizinkan kapal-kapal komersial melintas bebas di Selat Hormuz.

Kesepakatan yang dicapai pada Minggu (28/6) itu muncul setelah kedua negara saling melancarkan serangan militer pada akhir pekan. Aksi ini sempat memicu kekhawatiran kelanjutan proses negosiasi untuk meredakan konflik.

Seorang pejabat AS mengatakan pembahasan teknis akan tetap berlanjut sesuai nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati. Untuk sementara waktu, kedua pihak sepakat menahan diri sehingga aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz dapat kembali normal.

Sebelumnya, AS melancarkan serangan ke sejumlah target militer Iran sebagai respons atas serangan Teheran di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump kemudian memperingatkan akan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Iran melalui unggahan di Truth Social.

Trump menyatakan pesawat tempur AS telah menyerang lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar pesisir Iran karena dinilai melanggar perjanjian gencatan senjata.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah menguat karena pelaku pasar masih menilai apakah gencatan senjata tersebut mampu bertahan dan mengurangi risiko gangguan pasokan energi global.

Harga minyak mentah Brent ditutup naik 1,61% ke US$ 73,15 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,2% menjadi US$70,75 per barel.

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila