Asing Net Sell Rp 2,73 Triliun Sepekan, Saham BBRI dan BBCA jadi Pemberat IHSG
Investor asing masih melanjutkan aksi jual di pasar saham domestik sepanjang pekan perdagangan 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Di tengah tekanan jual tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,35% secara mingguan ke level 5.875,78 dari posisi pekan sebelumnya di 5.896,13.
Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp 2,73 triliun selama sepekan. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan net sell pada pekan sebelumnya yang mencapai Rp 3,43 triliun.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan investor asing pada perdagangan Jumat (3/7) mencatatkan beli bersih sebesar Rp 6,08 miliar. Meski begitu secara kumulatif selama sepekan asing masih mencatatkan jual bersih Rp2,73 triliun.
“Sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 74,42 triliun," kata Kautsar dalam keterangan yang dikutip Mingu (5/7).
Tekanan aksi jual asing turut membebani sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi penekan utama pergerakan IHSG. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif mencapai 24,88 poin terhadap IHSG setelah terkoreksi 5,57% dalam sepekan.
Selanjutnya, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menekan indeks sebesar 17,18 poin setelah turun 12,54%. Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut membebani IHSG sebesar 14,31 poin setelah terkoreksi 2,02%.
Beberapa saham lain yang menjadi penekan indeks antara lain PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang mengurangi IHSG sebesar 3,02 poin, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebesar 2,54 poin, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebesar 2,47 poin, serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 2,31 poin.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham masih mampu menopang laju IHSG. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi kontributor positif terbesar dengan tambahan 9,60 poin terhadap indeks. Selain itu, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyumbang 7,96 poin, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar 4,31 poin, dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 4,22 poin.
Dari sisi aktivitas perdagangan, BEI mencatat rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan turun 16,71% menjadi 1,44 juta kali transaksi dibandingkan 1,73 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 30,35% menjadi 17,54 miliar saham dari sebelumnya 25,18 miliar saham. Adapun rata-rata nilai transaksi harian terkoreksi 35,90% menjadi Rp 11,27 triliun dibandingkan Rp 17,58 triliun pada pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,14% menjadi Rp 10.287 triliun pada akhir perdagangan pekan ini, dari Rp 10.302 triliun pada pekan sebelumnya.