Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Dalam pembaruan teranyar, BEI mengeluarkan saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dari daftar tersebut dan memasukkan PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) sebagai penghuni baru.
Direktur BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, LUCY tidak lagi masuk dalam daftar HSC berdasarkan hasil evaluasi struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 29 Juni 2026.
“Maka dengan ini diumumkan bahwa Perseroan tidak lagi berada dalam kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi,” tulis Yulianto dalam keterangannya dikutip Senin (6/7).
HSC adalah daftar emiten di BEI yang sebagian besar sahamnya terkonsentrasi pada sedikit pihak atau kelompok afiliasi tertentu. Data itu dirilis oleh BEI untuk meningkatkan transparansi, meminimalkan risiko praktik spekulatif serta memenuhi standar investor global.
LUCY sebelumnya masuk dalam daftar HSC pada 2 April 2026 karena 95,47% sahamnya terkonsentrasi pada sejumlah pemegang saham. Saat ini, porsi saham publik (free float) LUCY tercatat sebesar 13,04%.
Namun, BEI tidak mengungkapkan tingkat konsentrasi kepemilikan saham LUCY setelah perseroan dikeluarkan dari daftar HSC.
Sebaliknya, BEI menetapkan PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) sebagai penghuni baru daftar HSC. Berdasarkan data struktur kepemilikan saham per 30 Juni 2026, sebanyak 96,09% saham HATM dikuasai oleh sejumlah pemegang saham tertentu secara agregat.
“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal,’ kata Yulianto.
Apabila dilihat komposisi pemilik sahamnya, saham-saham yang masuk dalam daftar HSC diantaranya dimiliki oleh konglomerat besar. Misalnya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang 64,63% sahamnya digenggam PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sekaligus pengendali. Grup Barito adalah kerajaan bisnis milik konglomerat Prajogo Pangestu.
Selain itu, ada saham AGII yang dimiliki oleh Grup Saratoga punya Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno. PT Saratoga Investama Sedaya terpantau menggenggam 306,67 juta atau setara 10% saham AGII.
Tak hanya itu, keluarga Thohir juga terpantau ada di balik saham MGLV, lewat perusahaannya Trinugraha Thohir Harmoni yang menggenggam 4,86% sahamnya.
Daftar HSC ini menjadi sahal satu hal yang diperhatikan lembaga pengelola indeks global MSCI. Lembaga penyedia indeks global MSCI menilai transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan yang terkoordinasi masih menjadi perhatian utama investor global di pasar modal Indonesia
Namun, pada pengumumannya Juni lalu, MSCI mengapresiasi berbagai reformasi transparansi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), termasuk penerapan daftar HSC
Meski begitu, MSCI menyatakan akan terus mengevaluasi agenda reformasi pasar modal Indonesia. Hasil evaluasi akan diumumkan pada November 2026 dan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan apakah Indonesia tetap berstatus sebagai pasar berkembang (emerging market) atau turun ke kategori pasar perintis (frontier market).
Daftar 14 penghuni HSC terbaru, per 6 Juli 2026:
- PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM), terkonsentrasi 96,09%
- PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), terkonsentrasi 97,35%
- PT Kota Satu Properti Tbk (SATU), terkonsentrasi 94.27%
- PT Mahkota Group Tbk (MGRO), terkonsentrasi 93,76%
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), terkonsentrasi 94.10%
- PT Rockfields Properti Indonesia (ROCK), terkonsentrasi 99,85%
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH), terkonsentrasi 99,77%
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), terkonsentrasi 98,35%
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), terkonsentrasi 97,75%
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkonsentrasi 97,31%
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), terkonsentrasi 95,94%
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), terkonsentrasi 95,76%
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), terkonsentrasi 95,35%
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), terkonsentrasi 95,82%