Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Senin (6/7) waktu setempat ditopang kenaikan saham-saham sektor teknologi.

Indeks S&P 500 naik 0,72% dan ditutup di level 7.537,43. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite bertambah 1,12% menjadi 26.121,16. Adapun Dow Jones Industrial Average tumbuh 155,84 poin atau 0,29% dan ditutup di rekor tertinggi 53.055,91. 

"Kami melihat ekspektasi pasar saat ini sudah sangat tinggi. Karena itu, saya tidak yakin saham-saham ini akan memberikan kenaikan sebesar yang terjadi pada paruh pertama tahun ini," kata Kepala Strategi Pasar Ameriprise Financial Anthony Saglimbene dikutip dari CNBC, Selasa (7/7).

Kenaikan Wall Street dipimpin saham-saham teknologi. State Street Technology Select Sector SPDR ETF (XLK) naik hampir 2%, ditopang lonjakan saham Western Digital sebesar 7% dan Teradyne sebesar 2,8%. Sementara itu, saham Marvell Technology naik lebih dari 1% dan Oracle menguat 2,5%.

Kinerja positif tersebut melanjutkan tren penguatan sepanjang pekan lalu. Dow Jones naik hampir 2%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing menguat 1,8% dan 2,1%.

Kenaikan indeks terjadi meski saham-saham semikonduktor yang menjadi motor reli pasar sepanjang tahun ini sempat melemah pada pekan lalu. 

Investor mengurangi eksposur terhadap saham produsen cip dan mengalihkan dana ke sektor lain. VanEck Semiconductor ETF (SMH) turun 3,2%, menandai penurunan selama dua pekan berturut-turut.

Meski begitu, ETF tersebut masih membukukan kenaikan lebih dari 80% sepanjang enam bulan pertama tahun ini dan kembali menguat sekitar 2% pada perdagangan Senin. Saglimbene menilai saham-saham tersebut masih berpeluang melanjutkan penguatan selama fundamental perusahaan tetap kuat.

Menurutnya, dalam beberapa bulan ke depan kepemimpinan pasar kemungkinan akan bergeser antara saham-saham bertema kecerdasan buatan (AI) dan sektor lain, bergantung pada kemampuan emiten AI mempertahankan prospek bisnis sekaligus membukukan laba yang solid.

Ia menilai, tidak ada satu kelompok saham pun yang bisa terus menjadi penggerak utama pasar pada paruh kedua tahun ini. Kuncinya tetap ada pada fundamental perusahaan, pertumbuhan laba, tingkat suku bunga serta pertumbuhan ekonomi. 

“Dan untuk saat ini, semua faktor tersebut masih memberikan latar belakang yang cukup positif," ujarnya.

Di sisi emiten, saham Microsoft turun hampir 1% setelah perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 4.800 karyawan atau sekitar 2,1% dari total tenaga kerjanya.

Sebaliknya, saham Dell Technologies melonjak lebih dari 4% setelah Presiden Donald Trump mempromosikan produk komputer perusahaan tersebut dari Gedung Putih usai membunyikan lonceng pembukaan perdagangan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri