Geliat Aksi Stock Split Emiten RAJA, MLPT hingga RMKE, Mana yang Menarik?
Tiga perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergeliat melaksanakan aksi pemecahan nilai saham atau stock split. Dengan begitu, nilai saham masing-masing perusahaan akan turun mengikuti rasio pemecahannya.
Aksi teranyar dilakukan emiten sektor teknologi PT Multipolar Technology Tbk (MLPT). Perseroan menetapkan rasio pemecahan saham 1:25, sehingga nilai nominal saham berubah dari Rp 100 menjadi Rp 4 per saham.
Dengan rasio tersebut, jumlah saham beredar MLPT akan meningkat dari 6 miliar saham menjadi 150 miliar saham. Sementara itu, modal ditempatkan dan disetor naik dari 1,87 miliar saham menjadi 46,87 miliar saham. Adapun saham dalam portepel bertambah dari 4,12 miliar saham menjadi 103,12 miliar saham.
Pada perdagangan hari ini, Kamis (16/7) pukul 09.09 WIB, saham MLPT diperdagangkan di level 22.300 per saham. Bagi pemegang saham yang menyimpan sahamnya dalam penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), distribusi saham hasil stock split akan dilakukan secara otomatis ke subrekening efek pada 23 Juli 2026 berdasarkan daftar pemegang saham per 22 Juli 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, perseroan telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 29 Juni 2026.
Berikut jadwal stock split MLPT:
- RUPSLB: 29 Juni 2026
- Keterbukaan Informasi dan pengumuman jadwal pelaksanaan Stock Split: 15 Juli 2026
- Akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di Pasar Regular dan Pasar Negosiasi: 20 Juli 2026
- Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di Pasar Regular dan Pasar Negosiasi: 21 Juli 2026
- Recording Date: 22 Juli 2026
- Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di Pasar Tunai: 23 Juli 2026
Harga Teoritis Saham RAJA Usai Stock Split Rp 920 per Saham
Sementara itu, BEI telah menetapkan harga teoritis saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) setelah emiten energi tersebut menjalankan stock split dengan rasio 1:5.
"Penyesuaian harga teoretis, jumlah saham hasil Stock Split dan perubahan parameter saham RAJA dalam JATS akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2026," tulis Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari dalam pengumuman BEI, dikutip Kamis (16/7).
Pada penutupan perdagangan 15 Juli 2026, saham emiten milik pengusaha Happy Hapsoro ini berada di level Rp 4.600 per saham. Setelah disesuaikan dengan rasio stock split 1:5, harga teoritis saham menjadi Rp 920 per saham.
Melalui aksi korporasi tersebut, nilai nominal saham RAJA berubah dari Rp 25 menjadi Rp 5 per saham. Jumlah saham beredar juga meningkat lima kali lipat, dari 4,23 miliar saham menjadi 21,14 miliar saham.
Perdagangan saham RAJA dengan nilai nominal baru dimulai di pasar reguler dan negosiasi pada 16 Juli 2026, sedangkan di pasar tunai mulai 20 Juli 2026.
RMKE Stock Split Rasio 1:5
Emiten logistik batu bara PT RMK Energy Tbk (RMKE) juga akan menjalankan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Juni 2026.
Nilai nominal saham menurun dari semula Rp 100 per saham menjadi Rp 20 per saham. Sehingga, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh RMKE meningkat menjadi 21,875 miliar saham dari 4,375 miliar saham.
Sementara itu, di lantai bursa saham RMKE dihargai Rp 2.400 per saham. Sahamnya turun 3,23% pada perdagangan pukul 9.33 WIB.
Berdasarkan jadwal yang telah diumumkan, perdagangan saham RMKE dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi dimulai pada 17 Juli 2026. Berikut jadwal lengkapnya:
- RUPSLB: 26 Juni 2026
- Pengumuman Jadwal dan Tata Cara Pemecahan Saham: 13 Juli 2026
- Akhir Perdagangan dengan Nilai Nominal Lama (Pasar Reguler & Negosiasi): 16 Juli 2026
- Awal Perdagangan dengan Nilai Nominal Baru (Pasar Reguler & Negosiasi): 17 Juli 2026
- Peniadaan Perdagangan di Pasar Tunai: 17–20 Juli 2026
- Recording Date (Penentuan Daftar Pemegang Saham): 20 Juli 2026
- Awal Perdagangan dengan Nilai Nominal Baru (Pasar Tunai): 21 Juli 2026
- Distribusi Saham dengan Nilai Nominal Baru: 21 Juli 2026.
Langkah stock split dilakukan emiten-emiten tersebut untuk meningkatkan likuiditas perdagangan serta memperluas partisipasi investor ritel di pasar modal karena harganya menjadi lebih murah.