Bursa Wall Street ditutup turun pada perdagangan Kamis (16/7), tertekan aksi jual besar-besaran di saham-saham teknologi yang menutupi sentimen positif dari kinerja laporan keuangan emiten.

S&P 500 turun 0,51% ke level 7.533,77, Nasdaq Composite yang isinya saham teknologi merosot 1,47% menjadi 25.881,95. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average terkoreksi 105,67 poin atau 0,20% ke posisi 52.552,97.

Penurunan indeks bursa AS didorong oleh sektor semikonduktor setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) menaikkan proyeksi belanja modal tahun ini. Meski membukukan laba kuartal kedua yang melampaui ekspektasi analis, perusahaan memperkirakan belanja modal mencapai US$ 60 miliar hingga US$ 64 miliar pada 2025. Angka itu lebih tinggi dibandingkan panduan sebelumnya sebesar US$ 52 miliar hingga US$ 56 miliar. Saham TSMC pun ditutup melemah lebih dari 2%.

Tekanan tersebut menjalar ke saham-saham cip lainnya. VanEck Semiconductor ETF (SMH) anjlok hampir 4% dan Arm Holdings merosot 5%. Saham Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), dan Broadcom juga kompak anjlok lebih dari 5%, sementara saham SK Hynix yang diperdagangkan di AS merosot lebih dari 13%.

Di sektor teknologi, saham Alphabet turun lebih dari 4% setelah muncul laporan bahwa perusahaan menunda peluncuran model kecerdasan buatan terbarunya, Gemini 3.5 Pro. Saham anggota kelompok Magnificent Seven lainnya seperti Meta Platforms, Nvidia, dan Amazon juga ditutup di zona merah.

Di sisi lain, musim laporan keuangan kuartal kedua masih menunjukkan hasil yang positif. Hingga saat ini, lebih dari 87% dari 40 perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis kinerja keuangannya berhasil membukukan laba di atas ekspektasi analis Wall Street. Bank-bank besar AS, yang kerap menjadi barometer kondisi ekonomi, juga mencatatkan kinerja kuartal II yang melampaui perkiraan pasar pada awal pekan ini.

“Secara keseluruhan, pasar masih kuat jika dilihat dari laporan laba di semua kapitalisasi pasar,” kata Patrick Ryan, kepala strategi investasi di Madison Investments dikutip CNBC International, Jumat (17/7). 

Di sisi lain, data ekonomi menunjukkan daya beli konsumen AS masih terjaga meski menghadapi tekanan kenaikan harga. Klaim tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 11 Juli tercatat 208.000, lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 218.000. Sementara itu, penjualan ritel tumbuh 0,2% secara bulanan, sejalan dengan ekspektasi pasar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila