Mengintip Akuisisi Anyar Hapsoro (RATU), Bidik Ladang Migas Australia - Malaysia

RATU
Gambaran umum aktivitas bisnis PT Raharja Energi Cepu (RATU).
21/7/2026, 10.45 WIB

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) kembali menyiapkan langkah ekspansi di sektor hulu migas. Emiten yang terafiliasi dengan pebisnis ulung Happy Hapsoro, yang juga suami Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Puan Maharani ini tengah menjajaki rencana akuisisi aset migas di Australia hingga Malaysia.

Direktur Utama Raharja Energi Cepu, Sumantri mengatakan selain Australia dan Malaysia, perseroan saat ini tengah melihat sejumlah aset migas hingga kawasan Timur Tengah. Namun, Sumantri menyatakan penjajakan tersebut masih tahap awal dan belum mengarah pada keputusan akuisisi.

“Belum tentu berujung akuisisi, semua tergantung pada hasil analisis teknis dan komersialnya,” kata Sumantri kepada Katadata, dikutip Selasa (21/7). 

RATU saat ini memang tengah giat mengebut ekspansi. Sebelumnya Chief Financial Officer (CFO) Raharja Energi Cepu, Adrian Hartadi mengatakan perusahaan juga membidik sejumlah aset ladang minyak di Thailand, Turki, Irak hingga Amerika Serikat (AS). Ia mengatakan strategi akuisisi tetap menjadi fokus utama RATU untuk mendorong pertumbuhan anorganik.

“Karena that's the only way buat inorganic growth buat RATU-nya sendiri. Karena kami mau membawa growth ke equity investor juga,” ujar Adrian dalam siniar bersama Samuel Sekuritas bertajuk RATU di Peta Migas Nasional dikutip pada Selasa (9/6).

Adrian mengatakan RATU berharap dapat merealisasikan sebagian akuisisi dari target-target ladang migas itu tahun ini apabila kondisi pasar mendukung. Namun, kata Adrian, hingga saat ini proses negosiasi masih menghadapi tantangan akibat tingginya harga minyak dunia. 

Menurutnya, banyak pemilik aset menggunakan asumsi harga minyak di kisaran US$100 per barel sebagai dasar valuasi. Padahal, RATU menilai harga minyak lebih realistis dan berkelanjutan berada pada rentang US$ 60-70 per barel. 

“Makanya saat ini kita sudah diskusi dengan seller, tapi masih menunggu momen itu mungkin ketika oil price itu turun. Jadi mereka lebih stabil,” katanya.

Target Laba US$ 26,75 Juta pada 2026 

Di sisi kinerja keuangan, Adrian mengatakan RATU menargetkan laba bersih sebesar US$ 26,75 juta pada 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar US$ 15,2 juta. Sementara itu, pendapatan diperkirakan relatif stabil di kisaran US$ 51 juta. 

Adrian menjelaskan, pertumbuhan laba ini diharapkan ditopang dari kanikan kontribusi dari kepemilikan participating interest di Blok Madura Strait dan tambahan pendapatan lain dari aset migas lainnya.

“Kontribusi dari Madura Strait menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba tahun depan,” ucapnya.

Pada 22 Mei 2026 lalu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyetujui rencana akuisisi 100% saham SMS Development Limited (SMSD) melalui anak usaha PT Raharja Energi Madura (PT REM). REM merupakan perusahaan terkendali RATU yang dimiliki oleh Hapsoro Sukmonohadi atau dikenal Happy Hapsoro.  

Melalui transaksi ini, PT REM secara tidak langsung memperoleh 20% Participating Interest di Madura Strait PSC yang dioperasikan oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). SMS Development Limited adalah perusahaan investasi yang memiliki penyertaan saham di HCML.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila