Saham genggaman konglomerat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir melejit usai mencatatkan ekspor perdana ke Amerika Serikat dan Korea Selatan.. Berdasarkan Reuters, smelter aluminium milik PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mulai mencatatkan ekspor perdana pada Juni 2026.

Merujuk data platform perdagangan komoditas Export Genius, PT Kalimantan Aluminium Industry mengirimkan 31.494 ton aluminium primer ke Amerika Serikat dan 3.569 ton ke Korea Selatan. PT Kalimantan Aluminium Industry merupakan anak usaha yang dimiliki ADRO melalui anak usahanya PT Alamtri Minerals Indonesia (ADMR).

Seiring dengan itu, saham ADRO naik 1,18% ke Rp 2.570 pada perdagangan intraday hari ini, Rabu (22/7) pukul 09.31 WIB. Kapitalisasi pasarnya pun menjadi Rp 74,02 triliun. Dalam sebulan terakhir, saham ADRO melonjak 14,22% dan melesat 41,99% secara year to date (ytd). 

Sedangkan anak usahanya, saham ADMR juga tumbuh 1,62% ke Rp 1.570 dan kapitalisasi pasarnya Rp 64,19 triliun. Dalam sebulan terakhir sahamnya naik 9,03% dan tumbuh 0,64% secara ytd. 

Lalu anak usaha lainnya yang bergerak di bidang batu bara, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terangkat 0,83% ke Rp 9.075 dan kapitalisasi pasarnya Rp 70,67 triliun. Dalam sebulan saham AADI melesat 13,79% dan melonjak 30,11% secara year to date (ytd). 

Laporan Reuters juga mengatakan bahwa juru bicara ADRO mengaku proyek smelter aluminium tersebut telah mendapatkan minat kuat dari calon pelanggan. Perseroan menargetkan penjualan ingot aluminium mencapai hingga 350.000 ton sepanjang 2026, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Adapun ekspor perdana tersebut berlangsung di tengah upaya Amerika Serikat dan Korea Selatan mencari sumber pasokan aluminium alternatif akibat gangguan pengiriman dari pemasok utama di Timur Tengah menyusul perang AS-Iran. Kondisi itu mendorong premi aluminium di AS ke level tertinggi sepanjang masa pada bulan lalu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila