Tiga Bank Himbara Resmi Lepas Saham Manajemen Aset ke DAM
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) resmi mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya di PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) kepada PT Danantara Asset Management (DAM). Langkah itu melanjutkan aksi dua holding manajemen aset Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebelumnya.
Dengan diambilalihnya kepemilikan saham BRI MI oleh DAM, konsolidasi manajemen aset pelat merah di bawah payung Danareksa kini semakin mendekati proses akhir.
Pengalihan tersebut ditandai dengan penandatanganan akta jual beli saham antara BBRI dan DAM pada Rabu (22/7) kemarin. Melalui transaksi itu, DAM membeli 19,5 juta saham BRI MI atau setara 65% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Transaksi tersebut merupakan penyelesaian dari perjanjian jual beli bersyarat (PPJB) yang telah diteken BBRI dan DAM pada 1 April lalu. Dengan rampungnya transaksi tersebut, seluruh kepemilikan BBRI di BRI MI resmi beralih ke DAM.
BBRI menjelaskan, transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Perseroan juga telah menyampaikan keterbukaan informasi terkait transaksi tersebut pada 2 April.
Menurut BBRI, pengalihan saham ini menjadi bagian dari upaya DAM sebagai holding operasional untuk membentuk perusahaan manajemen aset yang lebih kompetitif, sekaligus memperkuat sinergi bisnis dan melengkapi kapabilitas pengelolaan investasi.
Setelah transaksi selesai, BRI tidak lagi memiliki kepemilikan saham di BRI MI. Akibatnya, laporan keuangan BRI MI tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan BBRI dan perusahaan tersebut resmi keluar dari Grup BRI.
Sebelumnya, dua bank pelat merah lainnya, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), juga telah menyelesaikan pengalihan perusahaan manajer investasinya kepada DAM.
BMRI mengalihkan seluruh saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) kepada DAM. Sebelumnya, MMI dimiliki PT Mandiri Sekuritas dan Koperasi Simpan Pinjam Pegawai Bank Mandiri kepada DAM. Pengalihan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan akta jual beli saham pada Rabu kemarin.
Dengan rampungnya transaksi itu, Mandiri Sekuritas tidak lagi menjadi pemegang saham MMI. Laporan keuangan MMI pun tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Mandiri Sekuritas maupun menjadi bagian dari Grup Bank Mandiri.
Langkah serupa ditempuh BBNI. Melalui PT BNI Sekuritas (BNIS), BBNI mengalihkan seluruh kepemilikan sebanyak 39,96 juta saham PT BNI Asset Management (BNI AM) kepada DAM.
Setelah transaksi selesai, BNI Asset Management tidak lagi menjadi bagian dari Grup BNI dan laporan keuangannya tidak lagi dikonsolidasikan melalui BNIS. BBNI juga memastikan transaksi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
Pengalihan manajemen investasi dari bank-bank Himbara itu menjadi bagian dari pembentukan holding manajer investasi BUMN di bawah Danareksa yang kini berada dalam ekosistem Danantara.
Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, sebelumnya menargetkan konsolidasi empat perusahaan manajer investasi Himbara selesai pada Juni 2026. Namun, proses konsolidasi baru terealisasi melalui rangkaian transaksi yang diselesaikan pada bulan ini.
Empat perusahaan yang akan dihimpun dalam holding tersebut meliputi PT Mandiri Manajemen Investasi milik Bank Mandiri, PT BRI Manajemen Investasi milik BRI, PT BNI Asset Management milik BNI, serta PT PNM Investment Management yang terafiliasi dengan Permodalan Nasional Madani (PNM).
Menurut Dony, konsolidasi tersebut menjadi bagian dari transformasi Danareksa setelah seluruh anak usahanya dialihkan ke Danantara. Dengan demikian, Danareksa tidak lagi berperan sebagai holding lintas sektor BUMN, melainkan kembali fokus sebagai perusahaan pengelola aset.
"Danareksa sebagai holding lintas sektor BUMN sudah tidak ada lagi. Anak-anak perusahaan sudah ditarik ke Danantara," ujar Dony dalam acara *Danantara Indonesia Trust* pada 26 Mei.
Ia memperkirakan, setelah empat manajer investasi Himbara bergabung, total dana kelolaan Danareksa akan mencapai sekitar Rp 185 triliun. Nilai tersebut berpotensi menjadikan Danareksa sebagai perusahaan manajemen aset terbesar kedua di Indonesia.