IHSG Rawan Terkoreksi, Saham RAJA, PGEO, HRTA hingga CMRY jadi Rekomendasi

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026).
28/7/2026, 06.17 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Selasa (28/7).  Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan jual kala turun 0,17% ke level 6.185 pada perdagangan Senin (27/7) kemarin.

Pergerakan IHSG saat ini telah berada di bawah MA60 dan mencapai target minimal yang sebelumnya diperkirakan.  Ia mewanti-wanti investor perlu mencermati area 6.074–6.146 sebagai area koreksi IHSG.

“Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6.262–6.299,” tulis Herditya dalam risetnya, Selasa (28/7). 

MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.111–6.007. Sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.599–6.705.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) akumulasi beli di rentang Rp 1.885–Rp 1.920 dengan target harga di Rp 2.040–Rp 2.150, sementara level stoploss di bawah Rp 1.865.

Kemudian PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 935–Rp 975 dengan target harga di Rp 1.055–Rp 1.110, dan stoploss di bawah Rp 900.

Sentimen IHSG Hari Ini

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support di level 6.137 hingga 6.012, sementara level resistance berada di 6.261 dan 6.416.

Di sisi lain, investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp491,89 miliar pada perdagangan sebelumnya. Secara akumulatif sejak awal tahun, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp 93,60 triliun, seiring anjlok IHSG 28,46% secara year to date (ytd).

Secara teknikal IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan setelah membentuk pola doji star candle. Meski begitu, indikator Stochastic %K-%D dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal negatif seiring turunnya volume perdagangan. Nafan memperkirakan IHSG bergerak dengan kecenderungan bullish bias pada perdagangan Selasa (28/7).

“Akumulasi pada saham pilihan dengan fundamental solid, fokus pada saham bervaluasi murah, fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen resiko dengan disiplin,” tulis Nafan dalam analisisnya, Selasa (28/7).    

Nafan mengatakan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar usai Iran menyatakan akan menghentikan serangan apabila AS juga menghentikan aksi militernya. Alhasil harga minyak dunia turun sehingga meredakan kekhawatiran inflasi dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

Pelaku pasar global juga cenderung berhati-hati namun tetap optimistis menjelang pengumuman hasil rapat Federal Reserve pada Kamis dini hari. Mayoritas konsensus memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%.

Dari dalam negeri, Nafan menilai pelaku pasar masih mencermati langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam membersihkan saham-saham High Shareholding Concentration (HSC) dari Indeks Kompas100. Kebijakan itu memicu arus keluar dana (outflow) pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks.

Namun ia menilai langkah itu justru dapat meningkatkan kepercayaan investor institusi asing terhadap kepastian likuiditas riil di pasar reguler.

“Di sisi lain, ekspektasi terhadap publikasi kinerja keuangan emiten semester I-2026 bisa menjadi penahan sentimen negatif dan memberikan peluang aksi bargain hunting pada saham yang memiliki fundamental solid,” ucap Nafan.  

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akumulasi pada kisaran Rp 830–Rp 910, dengan target harga di Rp 920, 980, dan 1.160. Adapun level support saham RAJA berada di Rp 830 dan Rp 770.

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) berpotensi melanjutkan tren naik. Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan investor untuk melakukan add, khususnya pada area akumulasi di kisaran Rp 4.610–4.810. Secara teknikal, saham CMRY memiliki target harga di level Rp 4.830, 4.950, dan 5.200. Sementara itu, level support berada di 4.610 dan 4.460.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila