Entitas PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yakni PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) resmi melaksanakan kuasi reorganisasi untuk menghapus saldo laba negatif sebesar US$ 512,9 juta atau sekitar Rp 9,28 triliun. Hal itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa (28/7).
Berdasarkan laporan keuangan GMFI per 31 Januari 2026 yang telah diaudit, perseroan masih membukukan saldo laba negatif sebesar US$ 512,9 juta. Penghapusan saldo laba negatif itu akan dilakukan melalui penggunaan agio saham sebesar US$ 299,6 juta, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar US$1,1 juta, dan penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham beredar senilai US$ 212,2 juta.
Kuasi reorganisasi merupakan langkah administratif dan akuntansi untuk menata kembali struktur ekuitas perseroan melalui penghapusan saldo laba negatif yang berasal dari akumulasi kerugian masa lalu. Langkah ini tidak melibatkan setoran dana baru dari pemegang saham, tidak mengubah komposisi kepemilikan saham, hingga tidak menimbulkan dilusi bagi pemegang saham.
Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, mengatakan kuasi reorganisasi merupakan bagian dari upaya perseroan memperkuat fondasi keuangan dan struktur permodalan. Menurutnya, pelaksanaan aksi korporasi tersebut juga telah memenuhi persyaratan regulator, termasuk terkait profitabilitas dan prospek usaha.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan jangka panjang,” ujar Andi dalam keterangan resminya, Selasa (28/7).
Dari sisi kinerja, GMFI telah membukukan laba selama tiga tahun berturut-turut. Pendapatan perseroan meningkat 31,8% dari US$ 373,21 juta pada 2023 menjadi US$ 491,88 juta pada 2025. Dalam periode yang sama, laba operasional melonjak 118,7% menjadi US$ 60,57 juta, sedangkan laba bersih naik 68,4% menjadi US$ 33,97 juta. Lalu pada kuartal I 2026 laba berjalan sebesar US$ 6,76 juta.
“Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, GMFI memiliki ruang yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan finansial, meningkatkan daya tarik terhadap investor dan mitra strategis, serta mendukung berbagai inisiatif ekspansi yang tengah dijalankan,” ucap Andi.
Arah GMFI ke Depan
Lebih jauh, Andi mengatakan ke depannya GMFI akan berfokus pada peningkatan kualitas layanan dan produktivitas operasional. Perusahaan juga akan meningkatkan pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kapabilitas teknologi dan transformasi digital, dan ekspansi bisnis.
Melalui peningkatan kapasitas hanggar, penguatan segmen Defense & Government dan Industrial Solutions, hingga pengembangan lini bisnis aerostructure manufacturing. Langkah itu diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang kemitraan strategis di tingkat nasional maupun global.
Menurut Andi, kuasi reorganisasi juga diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pendanaan untuk mendukung pengembangan kapabilitas dan kapasitas usaha. Sekaligus membuka peluang pembagian dividen kepada pemegang saham di masa mendatang sesuai kondisi keuangan, kinerja perseroan, dan ketentuan yang berlaku.
Setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, GMFI akan melanjutkan tahapan sesuai ketentuan, termasuk masa pemberitahuan kepada kreditur selama 60 hari. Kemudian perseroan akan melanjutkan proses untuk memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum sebelum kuasi reorganisasi efektif dilaksanakan.
Andi mengatakan kuasi reorganisasi menjadi fondasi penting bagi transformasi GMFI menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Dengan fundamental operasional yang semakin kokoh dan arah bisnis yang semakin jelas, kami optimis dapat terus mengukuhkan posisi GMFI sebagai penyedia solusi MRO terintegrasi yang berdaya saing global," ucap Andi.