Emiten Kongsi Aguan - Salim PANI dan CBDK Catat Lonjakan Laba, Apa Penopangnya?

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
Rencana Pembangunan Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
Penulis: Karunia Putri
31/7/2026, 09.57 WIB

Emiten properti Grup Agung Sedayu dan Salim Group yaitu PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan anak usahanya PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat lonjakan laba hingga ratusan persen pada semester pertama 2026. Kinerja keduanya ditopang oleh penjualan properti di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang masih tumbuh, meski industri properti nasional menghadapi perlambatan akibat tingginya suku bunga dan ketidakpastian ekonomi.

Merujuk laporan keuangan, PANI membukukan laba bersih sebesar Rp 1,66 triliun pada semester pertama 2026. Jumlah itu melonjak 485,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 285,9 miliar.

Kenaikan laba sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang naik 78% menjadi Rp 2,92 triliun dari sebelumnya Rp1,64 triliun. Mayoritas pendapatan masih berasal dari penjualan tanah dan bangunan sebesar Rp 2,86 triliun, disusul pendapatan sewa Rp 34,7 miliar serta pendapatan lainnya Rp 25,6 miliar.

Dari sisi operasional, PANI mencatat marketing sales sebesar Rp 1,9 triliun, naik 66% secara tahunan dan telah mencapai 45% dari target penjualan tahun ini sebesar Rp 4,3 triliun.

Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma alias Aguan mengatakan permintaan terhadap produk residensial dan komersial di PIK2 masih terjaga. Menurutnya, pertumbuhan penjualan didorong oleh semakin matangnya ekosistem kawasan serta meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap pengembangan PIK2.

Perseroan menilai sejumlah proyek residensial seperti Pasir Putih Residence, Pasadena Spring, Rumah Milenial, Padma, Sapporo Residence, Pantai Bukit Villa hingga Bukit Nirmala masih menjadi motor penjualan. Sementara itu, produk komersial seperti Bizpark PIK2, Rukan Asia Afrika, Rukan Lau Pa Sat, dan Rukan Marina Bay juga mencatat permintaan yang positif.

Aguan juga menilai pengembangan kawasan terus didukung oleh beroperasinya Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) yang sejak Agustus 2025 telah menggelar sekitar 55 acara. Selain itu meningkatnya konektivitas melalui Jalan Tol KATARAJA yang menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta dengan kawasan PIK2 juga jadi katalis usaha.

“Kami optimistis, fundamental kokoh ini akan terus mengawal PANI dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dan pemegang saham,” kata Aguan dalam keterangan resmi dikutip Jumat (31/7)

CBDK Raup Laba Rp 1,68 Triliun

Kinerja serupa juga dibukukan anak usaha PANI, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 1,68 triliun, melonjak 225,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 516,99 miliar.

Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan menjadi Rp 2,20 triliun dari Rp1,19 triliun secara tahunan. Di tengah lonjakan pendapatan, beban pokok pendapatan justru turun menjadi Rp 352,6 miliar dari Rp 469,9 miliar sehingga mendorong peningkatan margin keuntungan.

Sementara itu, pendapatan CBDK sebagian besar berasal dari penjualan tanah dan bangunan senilai Rp 2,15 triliun. Ada pula pendapatan sewa Rp 34,7 miliar serta pendapatan lainnya Rp 16,7 miliar.

Pada semester pertama tahun ini, CBDK membukukan marketing sales sebesar Rp 231 miliar atau sekitar 41% dari target penjualan sepanjang 2026.

Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo menyebut pencapaian tersebut didorong oleh berlanjutnya monetisasi kawasan Central Business District (CBD) PIK2, terutama melalui penjualan kaveling komersial, serta meningkatnya kontribusi produk residensial dan komersial.

Steven mengatakan permintaan terhadap produk di kawasan PIK2 masih relatif terjaga meski konsumen cenderung bersikap wait and see di tengah ketidakpastian ekonomi dan tingginya suku bunga.

Menurutnya, pengembangan kawasan bisnis PIK2 terus berjalan, ditandai dengan hadirnya gedung perkantoran sejumlah bank besar, berkembangnya aktivitas di NICE serta pembangunan Hotel Hilton Jakarta PIK2 yang ditargetkan mulai beroperasi tahun depan.

Perseroan juga optimis kinerja semester kedua akan tetap positif seiring meningkatnya aktivitas kawasan, bertambahnya konektivitas melalui Tol KATARAJA serta berkembangnya ekosistem bisnis PIK2 sebagai pusat komersial dan destinasi MICE di Jabodetabek.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri