Wall Street Melonjak Ditopang Laporan Keuangan Kuartal Kedua Emiten yang Solid

ANTARA
Kenaikan Wall Street kemarin dipimpin saham-saham teknologi.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti
5/8/2026, 06.55 WIB

Bursa saham di Amerika Serikat, Wall Street  ditutup naik pada perdagangan Selasa (5/8). Kenaikan dipicu musim laporan keuangan emiten yang lebih baik dari perkiraan serta penurunan harga minyak dunia yang meredakan kekhawatiran pasar.

Indeks S&P 500 naik 1,79% ke level 7.736,52, sekaligus mencetak rekor penutupan baru. Dow Jones Industrial Average melonjak 907,47 poin atau 1,71% menjadi 54.085,88. Sementara itu, Nasdaq Composite melesat 2,59% ke 26.584,99.

Kenaikan Wall Street dipimpin saham-saham teknologi. Indeks sektor teknologi naik sekitar 4%, didorong lonjakan saham Palantir Technologies sebesar 29% setelah perusahaan membukukan kinerja kuartal II yang melampaui ekspektasi analis. 

Chief Executive Officer (CEO) Palantir Alex Karp menyebut hasil tersebut didorong tingginya permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Optimisme itu juga mengangkat saham-saham produsen cip. Micron Technology naik lebih dari 7%, sedangkan Marvell Technology melonjak hampir 13% setelah sempat tertekan sepanjang Juli.

Di luar sektor teknologi, saham sektor keuangan naik 0,9%, dipimpin Goldman Sachs yang naik lebih dari 2%. Sedangkan sektor industri dan material masing-masing naik hampir 2%.

Saham Caterpillar menjadi penopang utama indeks Dow Jones setelah perusahaan melaporkan laba kuartal kedua yang melampaui ekspektasi analis sekaligus menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan tahun ini. Perseroan juga menyebut permintaan alat berat meningkat seiring pesatnya pembangunan pusat data AI di AS. Selain itu, beban tarif impor sepanjang tahun diperkirakan berada di batas bawah dari proyeksi sebelumnya.

Sentimen positif turut datang dari pasar energi. Harga minyak mentah turun tajam setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan pemerintah sedang berdialog dengan Iran dan melihat peluang tercapainya kesepakatan dalam satu hingga dua hari ke depan untuk membuka kembali Selat Hormuz serta meredakan konflik di kawasan.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 5,69% menjadi US$ 75,77 per barel. Sementara itu, minyak Brent turun 5,26% menjadi US$ 79,36 per barel.

Musim laporan keuangan juga terus menopang optimisme investor. Berdasarkan data FactSet, lebih dari 84% emiten anggota S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan membukukan laba di atas ekspektasi pasar.

Strategis Global FX & Rates Macquarie Group Thierry Wizman mengatakan, reli pasar dalam beberapa hari terakhir mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan sektor teknologi.

Menurutnya, kekhawatiran bahwa belanja besar perusahaan teknologi untuk pembangunan pusat data AI akan menekan arus kas mulai mereda karena kinerja keuangan emiten sejauh ini masih tetap kuat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri