IHSG Diprediksi Bergerak Positif, Saham AMRT hingga Cuan jadi Rekomendasi
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpeluang naik pada perdagangan saham hari ini. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan menuju kisaran 6.440–6.544.
Herditya menjelaskan, secara teknikal IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave v dari wave (c) pada wave [iv]. Dengan posisi tersebut, indeks berpotensi bergerak positif.
“Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 5.890–6.192 untuk membentuk wave (b),” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (12/8).
MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.201–6.029, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.454–6.599.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) akumulasi beli di rentang Rp 1.265–Rp 1.395 dengan target harga di Rp 1.440–Rp 1.590, sementara level stoploss di bawah Rp 1.220.
Kemudian PT Harum Energy Tbk (HRUM) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 770–Rp 800 dengan target harga di Rp 910–Rp 970, dan stoploss di bawah Rp 755.
Sentimen IHSG Hari Ini
Sedangkan Phintraco Sekuritas menyoroti IHSG yang tertekan pada perdagangan Selasa (11/8). Kemarin, indeks ditutup di level 6.267,88, turun 1,53% seiring lemahnya rupiah 0,59% ke posisi Rp 17.861 per dolar AS di pasar spot.
Dari sisi teknikal, histogram positif MACD semakin menyempit, sementara Stochastic RSI bergerak melemah di area pivot. IHSG juga ditutup di bawah MA10, meski masih bertahan di atas MA20.
“Diperkirakan IHSG akan menguji level support di 6.180–6.200,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Rabu (12/8).
Dari domestik, data penjualan ritel Indonesia turun 3,0% yoy pada Juni 2026, setelah sebelumnya terkoreksi 3,9% yoy pada Mei 2026. Melambatnya penurunan tersebut menjadi dampak awal dari stimulus pemerintah dalam mendorong daya beli masyarakat di tengah meningkatnya tekanan biaya.
Secara bulanan, penjualan ritel tumbuh 0,7% MoM, sekaligus menjadi kenaikan pertama dalam tiga bulan terakhir. Kelompok masyarakat menengah atas diperkirakan masih menjadi penopang utama penjualan ritel.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).