Indeks Wall Street Turun Dipicu Konflik AS-Iran yang Kembali Memanas

NYSE
Bursa efek New York atau Wall Street
18/8/2026, 07.21 WIB

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup turun pada perdagangan Senin (17/8). Investor mencermati ketegangan di Timur Tengah yang kembali memanas, sementara harga minyak melonjak.

S&P 500 turun 0,52% menjadi 7.745,06. Nasdaq Composite juga terkoreksi 0,32% ke level 26.644,91. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 272,63 poin atau 0,51% menjadi 53.459,78.

Kenaikan harga minyak turut mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 30 tahun ke level tertinggi sejak Juni 2007.

Pendiri Evertern Wealth Jason Stephens mengatakan investor kembali mencermati perkembangan negosiasi AS dan Iran secara langsung. Menurut dia, terdapat peluang harga minyak turun lebih besar dibandingkan risiko kenaikannya jika kesepakatan antara kedua negara tercapai, terutama menjelang pemilihan umum paruh waktu AS.

“Kami kembali memantau negosiasi secara langsung, dan saya pikir banyak orang memilih untuk menutup mata terhadap hal ini,” kata Stephens dikutip dari CNBC, Selasa (18/8).

“Tekanan terhadap pemerintahan saat ini sangat besar untuk benar-benar fokus pada masalah ini dan mencapai kesepakatan,” ujarnya.

Perhatian investor tertuju pada konflik di Timur Tengah setelah gencatan senjata antara AS dan Iran berakhir pada Senin (17/8). Negosiasi kedua negara juga mengalami kebuntuan usai Iran menolak pembicaraan untuk memperpanjang nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), menurut kantor berita pemerintah Iran, Tasnim.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya akan beralih ke posisi ofensif jika diplomasi dengan AS gagal. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa AS akan mengebom Oman jika negara tersebut “menghalangi”.

Perkembangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak. Kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,6% menjadi US$ 84,50 per barel. Sementara kontrak berjangka Brent, yang menjadi patokan harga minyak global, naik 2,7% menjadi US$ 90,87 per barel.

Di tengah pelemahan pasar, saham Micron Technology menjadi salah satu penopang dengan kenaikan 4%. Pekan lalu, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa pemerintahan Trump tidak mendukung rencana Apple membeli cip memori dari Cina.

Bloomberg News juga melaporkan pendapatan Anthropic pada kuartal II mencapai lebih dari US$ 11,5 miliar, melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pekan ini, investor menghadapi agenda ekonomi yang relatif lebih sepi. Namun, Federal Reserve akan merilis risalah pertemuan terbarunya pada Rabu. Sejumlah perusahaan ritel juga akan menyampaikan laporan keuangan, termasuk Walmart pada Kamis. Sementara itu, Home Depot dan Lowe’s masing-masing dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Selasa dan Rabu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri