IHSG Turun 0,60% dengan Net Sell Rp 371 Miliar, ASII, INET, BUMI Dilego Asing
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,60% ke level 6.411 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (19/8). Sebanyak 233 saham menguat, 361 saham terkoreksi, dan 191 saham lainnya tidak bergerak.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, pasar saham Indonesia mencatatkan net foreign sell hingga Rp 371,31 miliar. Secara terperinci, foreign buy Rp 1,73 triliun dan foreign sell sebesar Rp 2,10 triliun.
Hingga jeda makan siang ini, saham PT Astra International Tbk (ASII) terpantau paling banyak dijual asing dengan nilai transaksi sebesar Rp 49,01 miliar. Kemudian asing juga melego saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebesar Rp 41,34 miliar, dan; PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 39,62 miliar.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham siang ini sebesar Rp 7,34 triliun dengan volume 21,43 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,30 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar IHSG hingga siang ini Rp 11.296 triliun.
Dari sebelas sektor yang ada di BEI, delapan sektor berada di zona merah. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni energi yang tergelincir 1,19%. Salah satu saham energi yang berada di zona merah yakni PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 0,90% ke Rp 442.
Bursa saham Asia seluruhnya babak belur. Indeks Nikkei turun 3,28%, Straits Times turun 0,30%, Shanghai Composite tergelincir 2,17%, dan Hang Seng turun 0,04%.
Saham top gainers:
- PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) naik 10,24% ke Rp 183.
- PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) naik 5,77% ke Rp 5.500.
- PT Indosat Tbk (ISAT) naik 5,77% ke Rp 2.750.
Saham top losers:
- PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) turun 13,96% ke Rp 456.
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 6,95% ke Rp 16.075.
- PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) turun 7,53% ke Rp 172.