IHSG Diramal Naik Jelang Akhir Pekan, Saham JPFA hingga BMRI Jadi Rekomendasi

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (14/8/2026).
4/9/2026, 07.20 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal naik pada perdagangan saham akhir pekan ini. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyoroti IHSG menguat 1,09% ke level 6.667 dengan diiringi peningkatan volume pembelian. Kenaikan tersebut telah mencapai target yang diproyeksikan sebelumnya dan mulai menutup area gap.

Secara teknikal, Herditya memperkirakan IHSG tengah berada pada bagian dari wave v dari wave (c). Kondisi itu membuka peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan dan menguji area 6.681–6.714.

“Waspadai akan adanya koreksi dalam jangka pendek ke 6.649–6.669,” tulis Herditya dalam risetnya, Jumat (4/9). 

MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.561–6.476, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.705–6.755.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akumulasi beli di rentang Rp 675–Rp 695 dengan target harga di Rp 745–Rp 785, sementara level stoploss di bawah Rp 655.

Kemudian PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 4.390–Rp 4.430 dengan target harga di Rp 4.510–Rp 4.590, dan stoploss di bawah Rp 4.320.

Sentimen IHSG

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan dan menguji area 6.705–6.760 pada perdagangan Jumat (4/9). Meski begitu, investor perlu mewaspadai aksi ambil untung atau profit taking menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global yang masih relatif tinggi.

Dari dalam negeri, pasar turut mencermati rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut anggaran MBG pada 2027 yang semula sebesar Rp 240 triliun berpotensi ditekan menjadi di bawah Rp 200 triliun melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga membuka peluang melakukan efisiensi anggaran MBG tahun depan. BGN akan menghitung kembali kebutuhan anggaran 2027 dengan mempertimbangkan hasil pembenahan data penerima manfaat serta pelaksanaan program di lapangan.

“Jika anggaran program MBG dapat dikurangi diharapkan akan dapat digunakan untuk program lain yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta menekan defisit anggaran,” tulis Phintraco dalam analisisnya. 

Dari sentimen global, Phintraco menyoroti pasar juga akan melihat pertemuan OPEC+ pada 6 September untuk membahas tingkat produksi minyak pada Oktober. Sebelumnya, OPEC+ telah menaikkan kuota produksi sebesar 188 ribu barel per hari yang berlaku mulai September 2026.

Rusia menyatakan OPEC+ tidak berencana memangkas produksi di tengah pemulihan permintaan global. Apabila kelompok produsen minyak tersebut kembali menaikkan produksi, tambahan pasokan berpotensi menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila