Incar Dana Segar, Bos Holywings Bakal Bawa Atlas Beach Club Canggu IPO di BEI

Instagram/@holywingsindonesia
Holywings
4/9/2026, 13.16 WIB

Pengusaha sekaligus Co-Founder Holywings Group Ivan Tanjaya berencana membawa Atlas Beach Club, Canggu, Bali mencari pendanaan dari pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

CEO Atlas Beach Club itu juga mengatakan rencana melantai di bursa saat ini mulai disiapkan. Ia juga telah melakukan pembicaraan dengan penjamin emisi efek atau underwriter terkait aksi korporasi jumbo itu. Ia juga siap untuk membuka kinerja keuangannya ke publik.

“Pengen coba IPO-in Atlas sih. Lagi disusun bukunya dan udah ngobrol sama underwriter,” kata Ivan dikutip dalam YouTube Raditya Dika bertajuk “Bisnis Orang Ini Banyak Banget!”, Jumat (4/9).

Atlas Beach Club sebelumnya resmi dibuka pada 18 Juli 2022 dengan 52 outlet brand makanan dan dagangan. Hotman Paris juga disebut-sebut menjadi salah satu pemegang saham di beach club terbesar di Bali itu.

Pada 2018, Hotman pernah mengunggah di media sosial saat peluncuran Atlas Beach Club itu pada 18 Julli 2012 lalu. Saat ia itu ia mengklaim area ini sebagai becah club terbesar di dunia.

Hotman mengatakan Atlas beach festival di Berawe Beach , Canggu itu memiliki kapasitas 10.000 tamu turis. Beach Club itu juga dipenuhi lebih dari 52 outlet brand makanan dan dagangan. "1000 lebih karyawan dan kolam renang terpanjang di dunia,” demikian tertulis dalam unggahan Hotman Paris di Instagramnya, saat itu.  

7 Perusahaan Bakal IPO

Sebelumya Bursa Efek Indonesia mengungkap potensi sejumlah emitan melantai di bursa pada 2026 ini. Berdasarkan pipeline IPO hingga 28 Agustus 2026, BEI mencatat terdapat total tujuh calon emiten yang antre untuk mencatatkan perdana sahamnya atau initial public offering (IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin, mengatakan berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat tiga perusahaan dalam pipeline tergolong skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar.

Lalu terdapat dua perusahaan aset skala menengah atau aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sedangkan perusahaan skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar terdapat dua dalam pipeline.

"Sampai dengan? 28 Agustus 2026 telah tercatat ?7 Perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp? 2,16? triliun," tulis Saidu dalam laporannya, Jumat (28/8).

Berikut jumlah emiten yang tengah mengantre IPO berdasarkan sektornya:

  • 1 perusahaan dari sektor industri
  • 4 perusahaan dari sektor kesehatan
  • 1 perusahaan dari sektor energi
  • 1 perusahaan dari sektor konsumer non siklikal
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila